Kekudusan Sejati

“Kekudusan sejati bukan sekadar tampak baik di mata orang lain, melainkan semakin menyerupai Yesus, bahkan ketika tidak seorang pun melihatnya.”

Allah yang Maha Rahim,
Yesus, Putra-Mu mengingatkan, bahwa Engkau tidak hanya melihat yang tampak dari luar, tapi juga yang tersembunyi di dalam hati. Orang Farisi begitu memperhatikan kebersihan menurut aturan, tapi Yesus menunjukkan, bahwa ada sesuatu yang lebih mendasar: hati yang perlu dibersihkan dari keserakahan, keegoisan, dan keinginan untuk terlihat baik di mata orang lain.

Bapa, betapa mudahnya aku merapikan penampilan luar, sementara bagian dalam diriku masih membutuhkan penyembuhan. Aku bisa berbuat baik agar dipuji, berbicara tentang kemurahan hati, tapi sulit berbagi, atau tampak saleh sambil mengabaikan orang yang membutuhkan pertolongan.

Melalui Santo Paulus, Engkau mengingatkan, bahwa Kristus telah memerdekakan kami. Kebebasan sejati bukanlah melakukan apa saja sesuka hati, melainkan dibebaskan dari segala sesuatu yang menghalangiku untuk mengasihi Engkau dan sesama. Perintah-Mu bukan belenggu, melainkan tuntunan kasih agar aku semakin bertumbuh dalam kehidupan yang sejati.

Yesus mengajarkan, bahwa memberi sedekah bukan sekadar menyerahkan sebagian harta. Melainkan adalah kesempatan untuk membiarkan belas kasih-Mu melembutkan hatiku, membuka mataku terhadap kebutuhan sesama, dan membebaskanku dari keterikatan pada harta duniawi.

Bapa, bersihkanlah hati kami agar kami semakin mampu mengasihi seperti Yesus. Ajarlah kami memberi tanpa mencari pujian, melayani tanpa mengharapkan balasan, dan mewujudkan iman kami melalui tindakan kasih yang nyata. Semoga hidup kami memancarkan kebaikan yang Engkau tumbuhkan di dalam hati.

Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)