Jangan Memaksa Tuhan Berbelok Arah

Umat Kristen yang adalah anggota Gereja tidak semuanya suci dan benar. Kita mengakui, bahwa kita berjuang dari waktu ke waktu untuk memenuhi panggilan Tuhan untuk menjadi sempurna. Amanat Yesus bagi kita, pengikut-Nya, sangat jelas dan tegas, yaitu untuk menjadi sempurna sebagaimana Bapa di Surga yang sempurna adanya.

Bagaimana dengan sebagian lain yang tidak berjuang untuk menjalankan amanat Tuhan?

Pertanyaan ini sama dengan yang ditanyakan oleh Pastor Paroki kepada beberapa anggota Misdinar yang berbicara dengannya setelah Misa Kudus. “Mengapa sebagian temanmu tidak datang ke Gereja”? Para Misdinar itu dengan jujur berkata, bahwa setengah bagian dari kelompok Misdinar Paroki sudah tidak mau lagi berdoa dan datang ke Gereja.

Pastor Paroki kuatir akan umatnya, termasuk para Misdinar itu, yang menurut cerita, sebagiannya telah memilih menjadi hamba-hamba kenikmatan dunia dan bukan hamba Tuhan. Mereka berpikir, bahwa Tuhan tidak harus ditemukan di Gereja tiap hari Minggu. Tuhan ada juga dalam pesta minuman keras yang memabukkan, dalam seks bebas, dalam perselingkuhan, dalam korupsi, dan dalam kejahatan lainnya. Mereka sangat menikmati kehidupan duniawi, karena di sana mereka menemukan kepuasan dan kesenangan. Tuhan telah dibuat berbelok arah miring atau terbalik, sehingga tidak lurus lagi dengan kebenaran kehendak-Nya.

Santo Paulus sangat berharap supaya iman kita hanya bergantung tegak lurus kepada Kristus, Putra Allah. Penekanan ketaatan atau kesetiaan kita tegak lurus ini harus dibuat konsisten untuk seterusnya agar kita tidak sampai terjerumus ke dalam pengaruh-pengaruh lain yang datang dan pergi tanpa henti.

Sekarang ini cara-cara Farisi ditandai semakin berkembang dengan dibantu oleh kemajuan teknologi komunikasi. Kebohongan dan kemunafikan menyebar begitu cepat dan bersembunyi di balik kemampuan alat-alat komunikasi untuk menutupnya.

Tuhan dan kebenarannya seperti terus dipaksa untuk berbelok arah. Tuhan Yesus mengecam keras gaya hidup Farisi seperti ini, yaitu kemunafikan yang disebarkan dan dipaksakan secara masif. Jadi bersama Yesus yang sangat tegas dan Santo Paulus yang tulus, kita perlu berpegang kuat pada peringatan ini: jangan paksakan Tuhan berbelok arah. Sebaliknya, ikut saja arah Santo Paulus dan Yesus, karena di situ adalah arah lurus menuju kepada Bapa.

“Allah yang Maha Kuasa, kami ingin menegaskan pengakuan iman kami untuk mengikut Kristus secara benar dan bertanggung jawab, maka berkatilah semangat dasar kami. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)