Menanggapi Undangan Tuhan

“Mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu” (Mat 22: 10).
Semua orang diundang untuk hadir dalam perjamuan nikah; ada orang baik dan jahat. Mereka memiliki hak yang sama. Bagi orang baik, undangan ini merupakan kesempatan untuk memetik buah kebajikan yang telah diperjuangkan dalam hidupnya. Sedangkan, bagi orang jahat, undangan ini merupakan kesempatan untuk bertobat dan hidup baru.
Apakah Anda orang baik atau orang jahat?
Cobalah membuat daftar tentang kebaikan dan kekurangan yang ada pada diri Anda! Silahkan membaca hasil refleksi Anda. Janganlah bersusah hati, ketika menyadari ternyata Anda bukan orang baik, tapi orang jahat. Mungkin, kita melawan dan tidak setia kepada-Nya. Kita terlena dengan tawaran dunia, ketimbang mengejar harta surgawi. Sekalipun kita berdosa, Tuhan tetap mengundang kita untuk kembali kepada-Nya melalui Sakramen Tobat. Jika Anda belum pernah atau sudah lama sekali tidak menerima Sakramen Tobat, datanglah dengan rendah hati kepada Bapa Pengakuan dosa dan mohonlah bimbingan darinya.
Marilah kita benahi cara hidup kita agar menjadi orang Katolik yang baik. Semoga ketika sewaktu-waktu Tuhan datang dan memanggil kita menuju ke Perjamuan di Surga, Ia menemukan kita dalam keadaan setia dan bahagia.
Sr. M. Sesilia L, P. Karm
Minggu, 11 Oktober 2026
Yes 25: 6-10; Mzm 23: 1-6; Flp 4: 12-14.19-20 Mat 22: 1-14 (Panjang) atau Mat 22: 1-10 (Singkat)
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.