Ketaatan Sempurna

Dalam Injil, seorang perempuan berkata kepada Yesus, “Berbahagialah Ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tapi Yesus menjawab, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.” Banyak orang mempertanyakan maksud jawaban Yesus. Ketika orang banyak menyebut Bunda-Nya, Ibu Maria, sebagai ‘yang berbahagia’. Mengapa Yesus menggunakan kata ‘tapi’? Kata ‘tapi di sini seolah-olah menunjukkan penentangan Yesus, bahwa Maria disebut demikian.

Padahal dengan menjawab demikian, sebenarnya Yesus tidak menyangkal pujian dari perempuan yang berseru memuji Bunda-Nya. Sebaliknya, Yesus sedang menerima pujian itu seraya memberikan pemahaman yang lebih jauh, bahwa yang menjadikan Bunda-Nya berbahagia adalah, karena ia telah mendengarkan firman Tuhan dan melaksanakannya. Jadi, jawaban Yesus justru merupakan pujian-Nya kepada ketaatan Maria, Ibu-Nya (lih. Luk. 1: 38). Maria telah menghidupi ketaatan sempurna dalam hidupnya, karena ia sudi memikul tanggung jawab besar sebagai seorang Ibu pada masa mudanya, sesuai perintah Allah. Maria melaksanakan semua itu tanpa keriuhan, tapi secara tersembunyi, dalam keheningan pengorbanan setiap harinya.

Semoga keutamaan Maria ini dapat kita teladani, sehingga kita pun menjadi orang-orang yang berbahagia. Ingatlah, bahwa ini bukan pertama kalinya Yesus mengatakan hal serupa. Ketika Bunda Maria dan para saudara Yesus mencari-Nya pada saat Ia sedang mengajar, Yesus juga menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk. 8: 19; Mat. 12: 49–50; Mrk. 3: 31-35).

“Tuhan, semoga kami lebih banyak mendengar daripada berbicara. Semoga yang kami dengarkan senantiasa adalah Firman-Mu, yang pasti menuntun jalan hidup kami kepada kebaikan dan keselamatan kekal. Amin.”

Ziarah Batin