Membahagiakan Keluarga itu di atas Habluminannas

Menyenangkan orang lain adalah hal yang baik, tapi membahagiakan keluarga tetaplah kewajiban yang utama.
Fenomena ‘ngenak-ngenakke’ (menyenangkan/memanjakan) orang lain dalam ranah sosial, seperti arisan menyingkap inti terdalam dari ‘kultur ewuh pakewuh’. Sebuah sikap mengalah yang ekstrem demi kenyamanan orang lain. Dalam interaksi sosial, riak psikologis ini sering kali memaksa seseorang mengorbankan kepentingan diri sendiri, bahkan keluarga (‘sak anane’), hanya demi menjaga harmoni kelompok atau sekadar membentengi diri ‘ben ora dirasani’ (agar tidak digunjingkan).
Padahal prinsipnya gamblang:
Kebajikan sejati itu selalu mengalir dari dalam ke luar. Kokoh di dalam rumah, barulah membawa berkah bagi lingkungan sekitar.
Berkah Dalem,
Jlitheng
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.