Lentera

“Deus illuminatio mea.”

Lentera tidak perlu menerangi seluruh perjalanan. Ia hanya perlu memberi cukup cahaya untuk beberapa langkah di depan. Begitu juga hidup, kita tidak harus mengetahui seluruh jawabannya hari ini. Kita tidak perlu bisa mengendalikan semuanya. Kita tidak perlu juga menyenangkan semua orang. Kadang cukup tahu sedikit, paham secukupnya, lalu berani untuk menjalaninya.

Rencana matang memang 50 persen keberhasilan. Bekerja tanpa rencana itu besar kemungkinan gagalnya. Menunggu sempurna untuk memulai hanya akan melewatkan peluang dan kesempatan yang Tuhan sediakan. Tetap pakai rencana dan perhitungan matang tanpa melewatkan peluang dan kesempatan. Ini baru brilian.

Lihatlah rumput, rumput bisa berkali-kali terinjak, tapi ia tidak lupa cara bertumbuh. Setelah langka itu berlalu perlahan ia kembali menghadap cahaya. Ada masa, ketika keadaan membuat gagal, jatuh, dan terpuruk itu tidak berarti kita kehilangan kemampuan untuk bangkit. Tapi mulai saja, karena akan ada banyak kejutan yang Tuhan sediakan. Melangkah saja, karena setiap langkah mempunyai arti dan makna. Lakukan saja, karena hidup bukan hanya pintar berkata-kata, tapi tindakan. Bangkitlah, karena gagal dan jatuh itu biasa. Yang membedakan adalah keberanian bangkit meski sakit dan sulit.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj