Iman Kuat untuk Menghadapi Setan

Dalam Misa Kudus bersama murid-murid SD, Pastor yang memberikan homili, menjelaskan tentang takut akan Tuhan sangatlah penting. Itu berarti kita takut untuk melawan dan mengecewakan Tuhan. Seorang anak yang baru selesai Komuni Pertama mengangkat tangan dan berkata: “Kita harus takut kepada Tuhan, tapi tidak boleh takut menghadapi setan.”

Takut akan seseorang atau sesuatu dapat mengandung arti ada sesuatu yang diharapkan darinya. Misalnya, Guru ditakuti oleh murid-murid dengan perhitungan tidak ada hukuman bagi mereka. Sedang sesuatu atau seseorang yang tidak ditakuti mengandung makna tidak berguna apa-apa. Ia tidak perlu diperhitungkan dan diharapkan. Wajar, jika diterapkan kepada setan.

Setan sesungguhnya jangan membuat kita takut. Untuk mendukung seruan anak SD itu, paling kurang ada dua pendasaran kita.

  • Pertama: “Say no to Satan.” Katakanlah tidak pada setan, berarti menolak dia karena tidak ada yang dapat diharapkan dari dia. Kita tidak usah memberikan dia kesempatan atau peluang untuk menguasai kita. Hasilnya ialah kita memutuskan untuk meninggalkan dosa dan segala pengaruh setan, lalu memilih masuk ke dalam rumah Tuhan. Abraham digambarkan, telah memilih itu dan dengan tegas sekali memisahkan dirinya dari pilihan yang lain di luar Tuhan.
  • Kedua: “Say yes to Jesus.” Katakanlah, ya, kepada Yesus diungkapkan secara negatif, kalau kita bersikap takut kepada-Nya setiap kali dalam cobaan untuk menyimpang dari jalan dan terang-Nya. Kita merasa sampai hati kalau sengaja melawan perintah dan ajaran Yesus, yang berarti, bahwa kita memilih untuk mengatakan yes kepada setan. Yesus berkata dalam Injil: “jika kita tidak bersama Dia, berarti kita melawan Dia.”

Secara positif dalam mengatakan, ya, kepada Yesus, kalau kita selalu mengutamakan pikiran, perasaan, kehendak dan cita rasa yang positif, disertai dengan kegembiraan, pengharapan dan optimisme. Aspek rohani ini harus kuat, dan tentu membuat raga kita juga mampu bertahan, sehingga kita mampu menghadapi setan. Setan tidak berkutik berhadapan dengan Yesus, hendaknya kita juga melakukan itu, karena kita memiliki iman dari-Nya.

Semoga kita sebagai pribadi dan komunitas semakin mampu dan berani menghadapi setan.

“Ya, Allah yang Maha Kuasa, anugerahilah kami untuk memiliki keberanian dan kekuatan Yesus Kristus dalam menghadapi kuasa setan dan segala pengaruhnya yang jahat. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

Tinggalkan Balasan