Waktu Tuhan Pasti selalu yang Terbaik

Dalam Injil, kita diyakinkan, “Jika kita meminta, kita akan menerima.” Tapi Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita pentingnya ketekunan dalam berdoa atau meminta. Orang tidak boleh mudah putus asa, ketika doanya belum terkabul. Ia harus terus berdoa agar yang dimintanya sungguh dapat diterimanya kelak. Kisah ini menegaskan identitas Allah yang Maha Baik, ditunjukkan dengan kesediaan-Nya menjawab segala doa manusia.
“Mengapa ada doa yang tidak terkabul, meskipun kita sudah terus-menerus memintanya?”
Sesungguhnya, ketika kita tidak menerima yang didoakan, itu sudah merupakan jawaban! Itu berarti yang kita doakan tidak sesuai dengan kehendak Allah yang Maha Baik.
Seorang gadis, misalnya, berdoa agar ia bisa hidup bersama pria idamannya. Doanya tidak terkabul, pria itu malah menikahi perempuan lain. Tapi tidak berapa lama, pria itu menceraikan istrinya setelah melakukan banyak kekerasan dalam rumah tangga mereka. Doa gadis ini tidak terkabul, karena Tuhan tahu yang terbaik baginya. Kadang kita sendiri memang tidak paham yang diminta.
Ketika jawaban doa kita tertunda, itu juga merupakan jawaban! Artinya, saatnya belum tepat bagi kita untuk mendapatkan hal yang dimintakan itu. Ingatlah, bahwa waktu Tuhan pasti selalu yang terbaik, jadi kita perlu belajar untuk bersabar. Tuhan belum memberikan yang diminta sekarang, karena Ia ingin kita berproses dengan baik agar menjadi lebih siap pada saatnya nanti.
“Tuhan, kami percaya, bahwa Engkau pasti akan mengabulkan apa pun yang kami minta, karena Engkaulah Bapa kami yang Maha Kuasa dan Maha Kasih. Terjadilah pada kami sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.