Refleksi Filosofis:
Ujud Tulisan Tanganku

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hormatilah keunikannya lewat bentuk tulisannya, barulah Anda
memperbaiki tulisannya. Hormatilah ujud personalnya lewat tulisannya ini.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Hal ini tidak menyangkut soal bentuk huruf itu indah atau jelek, tapi ini soal ‘eksistensi.’
- Tulisan Tangan itu Inkarnasi Diriku
“Tubuh bukanlah sekadar alat, tapi tubuh adalah saya. Tanganku, bukanlah milikku, tapi tangan saya itu adalah saya yang sedang menjulur ke dunia,” demikian pandangan filsuf fenomenologi.
Di saat saya menulis, itu bukanlah otak saya yang sedang menulis, tapi justru seluruh pribadi saya yang akhirnya menjelma ke dalam goresan.
Apa dan bagaimanapun wujud bentuk tulisanku: tegak bersambung, miring, keras, atau pun pelan, semuanya itu bukanlah suatu kebetulan. Itulah yang dinamakan ‘wujud incarnatio’ dari jiwaku yang sedang cemas, gembira, atau sedang tergesa-gesa atau pun sedang damai (Inilah aku di saat ini).
- Tulisan Tangan itu Jejak Kehadiran yang Otentik
Dalam teknologi modern bentuk tulisan tangan kita bisa sama, hal ini berarti tidak ada jejak personal di dalamnya.
Sejatinya tulisan tangan yang asli pun tidak dapat dipalsukan, apalagi bentuk tanda tangan. Ya, bukankah hal ini menyangkut cap jempol eksistensial? Ya, sesungguhnya hanya ada satu di dunia ini.
Wajah manusia yang berseru, “Jangan bunuh aku,” demikian filsuf Emmanuel Levinas.
- Tulisan Tangan itu Pahlawan terhadap Keterasingan
Karl Marx berbicara, soal alienasi, bahwa manusia itu terasing dari hasil karyanya. Jadi, menulis adalah srbuah tindakan pembebasan. Saya adalah tuan atas goresan saya. Walaupun tidak efisien, tapi itu adalah saya yang otentik.
Jika ada kalimat, “Inilah ujud tulisan tanganku,” hal ini adalah sebuah deklarasi filosofis dari pemilik tulisan tangan itu.
Bagi seorang pendidik hendaklah ia tidak cepat menilai anak, karena tulisannya jelek, tapi bacalah dulu isi jiwanya di sana.
Hormatilah keunikannya lewat bentuk tulisannya, barulah Anda memperbaiki tulisannya. Hormatilah juga ujud personalnya lewat tulisannya ini.
Kediri, 7 Oktober 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.