Belajar dari Alam

“Manusia kadang mengampuni, Tuhan selalu mengampuni, tapi alam tak pernah mengampuni.” -Rio, Scj.

Alam menyimpan berjuta misteri. Misteri itulah yang menjadi jalan untuk kita menemukan, merasakan, dan mengalami anugerah agung Tuhan.

Mari kita belajar dari alam.

Belajarlah seperti akar yang tidak terlihat, tapi memberi banyak manfaat. Itulah konsep berbagi. Menerima itu berkah, berbagi itu anugerah.

Belajarlah seperti laba-laba, walaupun rumahnya sering hancur ia selalu membuatnya lebih kuat lagi. Itulah konsep kesabaran. Tidak mudah, tapi tekun dan sabar. Lebih mudah itu mencari kesalahan saat terpuruk, jatuh, dan gagal. Yang sabar berproses dialah yang akan sukses.

Belajarlah seperti burung yang bisa terbang, tapi ia tidak lupa daratan. Itulah konsep bersyukur. Tidak menjadi arogan dan sombong saat di atas, tapi tetap sadar, bahwa berkat yang kita dapatkan itu buah dari perjuangan dan kemurahan Tuhan.

Belajarlah seperti air yang selalu dibutuhkan, tapi setelahnya dibuang. Itulah konsep mengikhlaskan. Meski sikap tidak enakan itu membuat kita dimanfaatkan. Datang saat butuh, dilupakan saat tidak dibutuhkan… ikhlaskan saja!

Belajarlah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk. Itulah konsep rendah hati. Hidup ini bukan soal pencapaian, pengakuan, dan banyaknya penghasilan, tapi soal mengisi dan memaknai dengan kebaikan.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj