Pernak-pernik Wajah Politik
Mosaik Serpihan Kelana -66
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Para tetua dan sepuh di kampung
dalam harmoni jiwa raga dipeluk angin sepoi
dalam damai persaudaraan dirangkul senja dan malam
Duduk melingkar merayakan suka duka
dengan aroma tembakau dan kopi tubruk
dengan sirih pinang kapur mewarnai bibir
Kisah cerita kehidupan diramu dan dirajut
Arti dan makna kelana ziarah ditelisik
Mungkin itulah cikal bakal polis – asal mula kota
Mungkin di sana ayat-ayat wahyu komunal terpatri
dengan syair lisan adat budaya leluhur
Sesuai kondisi ruang dan waktu saat itu
Entah di komunitas adat budaya, dagang atau agama
Ada catatan sejarah tradisi berpikir
Entah zaman lahirnya para filsuf kuno di Yunani
Entah saat para resi dan empu zaman kerajaan
Mulai tercatat ide brilian tentang menata kehidupan bersama
Saat diretas kepedulian akan โres publicaโ
Maka tercatat banyak pikiran bernas untuk membangun harmoni dan harkat martabat
Maka dirumuskan makna keadilan dan kebenaran serta hukum, moral dan hak asasi manusia
Kita manusia dengan harkat martabat
dengan pikiran, nurani dan jiwa
Bukan hewan dan batu kayu
atau sampah dan racun yang bisa merusak kehidupan bersama
Zaman berubah menghiasi roda waktu
Pikiran menemukan aneka cara merajut kehidupan
Nalar menciptakan berbagai sarana mempermudah kebutuhan
Dinamika perdababan menambah jumlah manusia
Maka…
kisah relasi kehidupan terus bersemi
cerita hubungan antar pribadi berwarna-warni
Relasi sesama saudara justru menjelma sebatas kata dan angka
Ribuan topeng dihasilkan sesuai peran di panggung sandiwara dunia
Politik pun menjadi seribu wajah dan makna
dalam sosok topeng, kata dan angka
karena yang abadi adalah kepentingan selera dan gengsi
Jika bisa meraih kuasa dan harta
Hari ini gebyar semarak parade pernak-pernik wajah politik
Entah di tingkat kampung dan wilayah daerah
Entah di panggung nasional, regional dan internasional
Wajah politik adalah perebutan kekuasaan dan harta benda
Kepentingan politik adalah penguasaan sumber daya alam dan kekuatan ekonomi
Sedangkan semua ideologi dan janji politik adalah pernak-pernik kreasi dan inovasi
untuk mendapatkan dan melanggengkan kekuasaan
Senjata sering menjadi alat demi meraih dan mempertahankan kekuasaan
Pernak-pernik wajah politik semakin gemerlap di panggung digital milenial
Kekuasaan direkayasa dengan kecanggihan algoritma
karena kekayaan, iptek dan senjata pun bagian dari skenario politik
Sedangkan rakyat adalah boneka dan robot yang biasa dilumpuhkan dengan kata janji dan angka uang
Kekuatan adat budaya, agama dan hukum pun lumpuh
ketika para pemain politik beraksi dengan energi kata, uang dan senjata
Yang abadi dalam politik adalah kepentingan para pelakunya
Dan
untuk aneka pernak-pernik wajah kepentingan itu
Maka segala cara bisa dilakukan dan menjadi kebenaran mutlak
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.