Sosok Wajah Ratu Adil

Mosaik Serpihan Kelana -63
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Tak peduli siang atau malam
entah diguyur hujan lebat dan dibakar panas terik
Langkah harapan terus dipacu
demi mempertahankan desah nafas
demi mendapatkan sosok remah rezeki
demi memperoleh wajah serpihan puing kebutuhan
Para pemulung setia mendatangi tempat sampah rumah dan perkantoran
untuk mendoakan rongsokan dan barang bekas
Ratu Adil pasti datang dan setia menyiapkan setiap hari
Ratu Adil memberi naluri dan mata untuk melihat rezeki di dalam sampah dan rongsokan

Di hamparan ladang gersang warisan orangtua
ada harapan yang selalu diandalkan
ada keyakinan yang terus ditautkan
memang musim hujan dan panas tidak diatur para petani sahaja itu
Sedangkan lumpur sawah yang becek
tidak mengusir rindu damba para petani
entah petak sawah itu milik sendiri
entah cuma kerja sebagai buruh tani pada para pemilik tanah
Tetapi…
Ratu Adil adalah musim hujan panas yang diberikan alam
Ratu Adil adalah kekuatan yang menumbuhkan benih agar bisa menghasilkan panenan
sehingga rezeki keluarga dapat diperoleh

Di muara dan sungai ada harapan bertemu Ratu Adil
yang bisa memberikan ikan udang dan kepiting
Di pesisir pantai ada kesempatan berjumpa Ratu Adil
yang akan membagi ikan bagi pancingan dan umpan sederhana
Di laut lepas dengan ombak gelombang bergelora
jala dan alat tangkap tradisonal digunakan
untuk memohon rezeki bagi keluarga
Ada keringat dan energi kepasrahan
dengan doa seadanya dan keyakinan teguh
pasti selalu dijawab Ratu Adil
karena kemurahan dan belas kasihan

Di dusun udik pelosok negeri
masyarakat tradisi menjumpai Ratu Adil di tengah alam lingkungan
Ada sayuran dan lauk yang diperoleh dari kemurahan jagat
Namun,
semua bisa sirna dan lara merana
ketika hutan dibabat demi perkebunan dan tambang
Para buruh di desa, di kawasan industri dan kota terus berjibaku
Yakin pasti dijamin rezeki oleh Ratu Adil
Meskipun gajinya tak seberapa dan nasibnya tak tentu
Para pengemis dan gelandangan metropolitan mengembara digilas roda nasib
selalu dipeluk dan dibelai Ratu Adil
Entah di trotoar dan emperan lorong kumuh
Entah di kolong jembatan atau pinggiran rel

Ratu Adil itu mempunyai berbagai sosok wajah
tergantung siapa yang menjumpai dan di mana bisa untuk ditemui
Ratu Adil adalah debu bagi langkah kaki insani
dan desah angin bagi nafas pribadi di pelataran ketakpastian dan kolong langit rindu damba
Adakah Ratu Adil bertakhta di singgasana kekuasaan politik
Adakah Ratu Adil bermegah di gedung mewah dan istana para pemodal kaya raya
Benarkah Ratu Adil biasa bersemayam di tempat ritual adat budaya dan aneka agama
Ataukah Ratu Adil selalu ada di markas persenjataan canggih agar dijamin keamanannya
Mungkinkah Ratu Adil diciptakan setiap pribadi sesuai seleranya?