Malaikat Pelindung

“Di sisi setiap orang beriman berdiri seorang Malaikat sebagai Pelindung dan Gembala yang menuntunnya kepada kehidupan” (St. Basilius Agung, KGK 336)

Allah yang Maha Rahim,
Engkau mengingatkan Ayub dengan kebesaran dan misteri-Mu. Bahwa ada banyak hal yang jauh melampaui pengertian manusia. Ayub hanya dapat merendahkan diri dan berkata, “Aku menaruh tangan pada mulutku.”

Pemazmur membawa kami dekat kepada-Mu: Engkau mengenal aku, ketika aku duduk maupun berdiri. Engkau memahami pikiranku. Ke mana pun aku pergi, tangan-Mu menuntun aku. Aku sungguh ajaib dalam karya-Mu, dan tidak pernah berada di luar perhatian-Mu.

Kami merayakan Pesta Para Malaikat Pelindung. Dalam Injil, Yesus berbicara tentang para Malaikat yang senantiasa memandang wajah Bapa di Surga. Gereja mengajarkan, bahwa Engkau memberikan Malaikat pelindung kepada anak-anak-Mu untuk menemani dan menjaga kami dalam perjalanan menuju rumah-Mu.

Bapa, aku mungkin tidak mengerti, bagaimana Malaikat itu bekerja. Bahkan mungkin aku tidak pernah menyadari, berapa kali aku telah dilindungi atau diarahkan melalui pertolongan yang tidak kelihatan.
Tapi mungkin justru di situlah pelajarannya.

Kerajaan-Mu bukan terutama tentang mengetahui segala sesuatu, melainkan tentang percaya kepada-Mu.

Para murid bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Yesus justru menghadirkan seorang anak dan berkata, bahwa kami harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil.

Anak kecil tidak harus memahami semuanya terlebih dahulu untuk mempercayai orang yang mengasihinya.

Bapa, ajarlah aku memiliki hati seperti itu. Ketika aku tidak melihat jalan di depan, ajarlah aku percaya pada tuntunan-Mu. Aku merasa sendirian, ingatkan aku bahwa Engkau tidak pernah tinggalkanku. Ketika aku mengejar pengakuan, kedudukan, atau kehebatan, ajarlah aku menemukan kebesaran dalam kerendahan hati dan pelayanan.

Melalui Malaikat pelindungku, bantulah aku bukan hanya terhindar dari bahaya yang kelihatan, melainkan terutama tetap setia kepada-Mu dalam setiap pergumulan yang tidak kelihatan di dalam hatiku.

Terima kasih, Bapa, karena kasih-Mu kepadaku jauh lebih dalam daripada yang mampu kupahami.

Malaikat Pelindungku, dampingilah aku. Terangilah dan jagalah aku. Tuntunlah dan bimbinglah aku. Antarlah aku semakin dekat kepada-Mu, Bapa yang Maha Rahim. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)