Cupiditas

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Caritas Vincit Cupiditatem”
(Kasih mengalahkan kerakusan)

“Cupiditas,” inilah kata kunci dari aneka luka batin yang bercokol di dalam sanubari umat manusia.

  1. Akar Kata: Makna Harafiah

Berasal dari kata ‘cupido/cupere’ artinya ‘sangat ingin dengan rakus,’ ingin untuk memiliki, karena ia selalu merasa lapar (Ya, rasa lapar yang tidak kenal kenyang).

  • Jika ‘Caritas’ bermakna ‘kasih’: aku ingin agar kamu ada dan bahagia. Maka, cupiditas: ‘aku ingin engkau jadi milikku, agar aku kian bahagia.’
  • Dari kedua helai potret kehidupan ini, Anda akan mampu menangkap sinyal perbedaannya, bukan? Karena ‘Caritas’ itu ibarat seuluran tangan yang terbuka lebar demi memberi. Sebaliknya, ‘Cupiditas’ itu adalah seulur tangan yang erat terkatup.
  1. Wajah Sejati Cupiditas di Zaman ini

Cupiditas adalah “Amor sui Usque ad Contemptum Dei” (Cinta diri yang membabi buta sampai lupa pada Tuhan dan sesama).

Ya, wajah sejati dari cupiditas hari ini, di sini, dan di mana-mana, justru tampak sangat halus.

Inilah Wajah Rakusnya itu!

  • Cupiditas mata: Ia ingin melihat apa saja, tapi ia tak pernah puas.
  • Cupiditas perut: Ia terus mau makan, sekalipun bukan karena lapar. Melainkan justru sebagai dampak dari rasa cemasnya.
  • Cupiditas telinga: Ia sangat doyan untuk memonopoli, ingin didengar oleh banyak orang, tapi ia tak sudi untuk mendengar orang lain.
  • Cupiditas hati yang paling dalam: Ia doyan untuk mengumpulkan banyak orang, tapi tak seorang pun yang sungguh dikasihinya (Orang disamakannya sebagai barang).

Cupiditas justru akan kian banyak memiliki, tapi sebaliknya, ia akan merasa kian miskin.

Apa dampaknya? Ya, ia akan mengubah semua ‘saksi’ menjadi ‘mangsa.’

  • Ibu Bumi dipandangnya hanyalah sebagai lahan tambang dan bukan sebagai rahim kehidupan.
  • Sesama manusia dipandangnya sebagai saingan yang paling berat dan mematikan, dan bukan sebagai saudara.
  • Bahkan Tuhan dipandangnya sebagai mesin ATM dan bukan sebagai Bapa.
  1. Antidotusnya – Apa Obatnya?

Apa musuh bebuyutan dari Cupiditas? Ya, … Caritas itu.

Inilah Wajah Aslinya!

  • Cupiditas bertanya, “Apa yang bisa saya ambil hari ini?”
  • Caritas pun bertanya, “Apa yang bisa saya berikan hari ini?”

(Berdasarkan satu pertanyaan saja, kini sadarlah kita akan sepak terjang dari Cupiditas ini).

Refleksi

“Anda dan saya, mau mengambil model yang mana?”

Ingat, hanya tangan yang terbuka itu akan sanggup menerima berkat.

“Caritas Vincit Cupiditatem”
(Kasih telah Mengalahkan Kerakusan).

Kediri, 1 Oktober 2026