Menjadi Pribadi yang Tulus di Hadapan Tuhan

Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (Yoh 1: 47b).

Dalam Injil, Yesus memuji Natanael sebagai seorang Israel sejati yang tidak memiliki kepalsuan dalam dirinya. Natanael tampil apa adanya di hadapan Tuhan, dengan hati yang tulus dan jujur. Sikap inilah yang berkenan di hati Yesus.

Pada zaman sekarang, banyak orang tergoda untuk membangun citra diri demi mendapatkan pujian, penghormatan, dan penerimaan dari sesama. Tidak sedikit orang tampak saleh di luar, tetapi di dalam hati masih menyimpan kesombongan, iri hati, dan kemunafikan. Kita sering lebih sibuk menjaga penampilan lahiriah daripada membangun kehidupan yang sungguh baik dan berkenan kepada Tuhan.

Sabda Tuhan mengingatkan, bahwa Allah memandang hati manusia, bukan sekadar yang tampak di luar. Tuhan mengenal isi hati kita yang terdalam: ketulusan, niat, dan kesediaan kita untuk hidup dalam kebenaran. Kita diajak untuk tidak hidup dalam kepalsuan, tapi berani datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka dan jujur. Ketulusan hati akan menjadikan hidup kita lebih damai, penuh kasih, dan menjadi kesaksian iman bagi sesama.

Sr. M. Heraberta, P. Karm

Selasa, 29 September 2026
Dan 7: 9-10.13-14 atau Why 12: 7-12 Mzm 138: 1-5 Yoh 1: 47-51

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com