Menangkap Sosok Makna Angin
Mosaik Serpihan Kelana -59
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Daun pepohonan manja bergoyang
Awan terbang melintasi gunung dan angkasa
Debu-debu dan sampah beterbangan
Aku menyepi di punggung bukit
ingin saksikan langkah senja merona
Terdengar angin menjawab rasa ingin tahu-ku
“Akulah yang menggerakkan mereka semua
meski engkau tak melihat sosok wajahku
Tetapi…
engkau bisa saksikan akibat gerakkanku
Akulah sang pengembara abadi
yang saksikan segalanya di semesta ini
Aku tetap abadi mengembara
meskipun kalian tak peduli atau mati”
Ketika masih tertegun dengan wejangan angin
ternyata ada pernyataan lanjut yang menghentak jiwa raga
Ada gugatan yang mengusik kesadaran pribadi
karena aku tak menyangka dan memang sering tidak peduli
“Wahai kalian manusia
Coba pikirkan dan jawablah padaku
Apakah alat pernafasan kalian bisa berfungsi
jika tidak ada oksigen dari angin
Mampukah kalian manusia hidup jika tidak bernafas
Tolong camkan dan jawablah aku
Berapa kali sehari kalian biasa berterima kasih kepada aku
Apakah ada syukurmu pada Sang Ilahi Pemilik alam semesta ini”
Aku semakin larut dalam diam, kagum sekaligus merasa malu
Ada percik cahaya yang merobek kegelapan pikiranku
Ada makna hakiki yang menerangi kelam kesadaran
karena masih hidup dan biasa bernafas
maka saya lupa pada udara yang memberika gratis oksigen
Karena setiap saat aktivitas hidup pasti bernafas
maka saya menganggap peran udara – angin itu biasa saja
karena biasa mengabaikan peran udara bagi hidupku
maka selalu aku abaikan makna udara bagi nafas hidupku
Udara yang luara biasa bagi hidupku
karena biasa dialami setiap hari
maka biasa aku abaikan dan menganggap tak ada apa-apanya
Wejangan udara yang penuh makna
Gugatan angin yang sungguh mengantarkan kesadaran
Tagihan hakiki oksigen pada alat pernafasanku
Menuntun kesadaran untuk melangkah pulang dan harus menata kewarasan untuk selalu sadar dan berterima kasih
Aku mesti selalu memahami makna hakiki angin – udara bagi nafasku
Bagaimana kalau udara tidak mau memberikan dukungan bagi fungsi alat pernafasanku
Aku ingat ketika batuk pilek yang menggangu alat pernafasanku
Aku semakin sadar akan makna ungkapan ini
“Peristiwa mati manusia adalah berhentinya alat pernafasan untuk menggunakan udara”
Rupanya angin itu desah nafas Sang Ilahi
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.