Target Untuk Kemenangan

Seorang remaja desa baru selesai semester pertama kuliahnya di kota. Baginya hasil studi itu agak mengkhawatirkan. Beberapa nilainya kurang memuaskan, sehingga ia harus remedial atau ujian ulang. Sebagian teman dan tetangga menganggapnya masih menyesuaikan diri. Anggapan yang membesarkan hatinya dan ia termotivasi untuk cepat ke luar dari tekanan itu.
Ketika menelepon orangtuanya di desa, ia mendapatkan motivasi baru, bahwa perjuangan atau usaha itu harus berproses. Tidak boleh ada anggapan, bahwa suatu permulaan itu harus langsung baik dan lancar. Yang penting sedari awal usaha, kemenangan itu harus menjadi target utama.
Ziarah iman di dunia itu bagai sebuah perjuangan untuk sampai ke tujuan, yaitu kesempurnaan di dalam Tuhan. Kita diberikan target ini sejak pembaptisan, dan semua janji baptis itu sebagai instrumen yang membantu kita mencapainya, ialah sebuah kemenangan dan kemuliaan.
Kitab Pengkhotbah secara lugas menggambarkan kehidupan nyata itu adalah kesia-siaan. Ditegaskan, bahwa di akhir sebuah perjalanan hidup, ada pengadilan Tuhan yang menentukan seseorang itu sebagai pemenang, atau sebaliknya kalah.
Tuhan Yesus Kristus memandang ke Yerusalem tentang target yang sudah ditetapkan bagi-Nya. Yesus menyampaikan ke para rasul-Nya, bahwa Ia akan diserahkan kepada pembesar Yahudi untuk dihukum mati, yaitu disalibkan. Kematian di salib adalah sebuah kemenangan, begitu ajaran di dalam iman kita.
Target kemenangan melalui salib juga merupakan rahmat bagi kita. Tapi seperti para Rasul, banyak dari kita yang belum atau tidak mampu mengerti sepenuhnya. Bagi yang mengerti, mereka mengalami dan menghayati di dalam hidup hariannya, yaitu berpartisipasi dan berbagi dalam kemuliaan dan kemenangan Kristus dengan salib. Mereka menerima kesulitan dan rela menderita dengan sukacita. Pilihan hidupnya ialah mati raga. Bagi mereka yang belum mengerti, kesempatan tetap terbuka untuk menghayati spiritualitas salib. Sedangkan mereka yang tidak mau mengerti, salib itu adalah suatu kebodohan dan cara yang memalukan.
“Ya, Yesus Kristus, Engkau menyatakan secara terbuka kemenangan-Mu melalui salib supaya menjadi santapan sabda dan perjanjian bagi kami. Semoga kami selalu setia dengan jalan salib kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.