Membuka Hati untuk Memahami

“Iman bukan berarti memiliki semua jawaban. Melainkan mempercayai Dia yang memiliki jawabannya.”

Allah yang Maha Rahim, ketika semua orang masih takjub melihat kuasa Yesus, Putra-Mu justru menyampaikan sesuatu yang sulit dipahami: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mesias yang mereka harapkan ternyata harus terlebih dahulu menempuh jalan salib.

Mungkin, karena itu para murid takut bertanya kepada-Nya.

Bapa, dalam kehidupan sehari-hari, kami sering mempercayai banyak hal yang sebenarnya tidak kami pahami sepenuhnya. Kami percaya listrik akan menyalakan rumah, dan kami percaya bangunan yang kami tempati aman karena dirancang dengan baik. Ketika iman membawa kami melampaui yang dapat kami lihat dan jelaskan, kami sering mulai ragu.

Salib mengingatkan kami, bahwa kebijaksanaan-Mu jauh melampaui pemahaman kami. Di sana kami melihat akibat dosa manusia: kemarahan, pengkhianatan, penyangkalan, ketakutan, ketidakadilan, dan kekejaman. Tapi di salib yang sama, kami juga melihat sesuatu yang jauh lebih besar: kerahiman-Mu yang menanggung dosa kami dan mengalahkannya dengan kasih.

Pemazmur hari ini mengingatkan betapa singkatnya hidup kami. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami agar memperoleh hati yang bijaksana.

Bapa, ketika kami tidak mengerti, berilah kami kerendahan hati untuk bertanya. Ketika jawaban-Mu sulit, berilah kami iman untuk percaya. Ketika jalan hidup membawa kami kepada salib, berilah kami keberanian untuk mengikuti Yesus.

Berilah kami mata iman untuk melihat melampaui yang tampak, dan hati yang sederhana untuk berkata:
“Yesus, aku percaya kepada-Mu. Engkaulah Andalanku.”

Berkati kami agar terang-Mu menerangi hidup kami, menuntun langkah, dan memancar melalui kami agar orang-orang di sekitar kami mengenal Kerahiman-Mu. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)