Melihat dengan Iman

“Rasa ingin tahu membuat kita mencari Yesus. Hanya hati yang terbuka dan bertobat menolong kita sungguh melihat-Nya.”
“Apa yang membuat kita sulit melihat Yesus dengan jelas?”
Allah yang Maha Rahim,
Dalam Injil, Herodes terus berusaha melihat Yesus. Ia ingin tahu, siapa Yesus sebenarnya? Tapi rasa ingin tahu saja tidak membawanya kepada iman. Ada sesuatu yang menghalangi pandangannya.
Bukankah hal yang sama kadang terjadi dalam hidup kami? Ingin semakin mengenal Yesus, tapi hati kami bisa tertutup oleh luka batin, kepahitan, ketakutan, kecemasan, keengganan mengampuni, atau dosa-dosa yang tidak kita akui.
Herodes telah mendengar peringatan Yohanes Pembaptis. Bukannya bertobat, ia justru membungkam suara itu.
Bapa, kami tidak ingin melakukan hal yang sama.
Kitab Pengkhotbah mengingatkan kami, bahwa banyak hal yang kami kejar dalam hidup ini akhirnya berlalu seperti embusan napas. Prestasi, harta, nama besar, dan segala sesuatu yang kami banggakan akan berlalu. Hidup kami tidak sia-sia, karena napas yang menghidupkan kami berasal dari-Mu.
Di dalam Yesus, Engkau menjadikan segala sesuatu baru.
Bapa, kami mohon, singkirkanlah kabut dari hati kami. Tunjukkan yang menghalangi kami untuk melihat Yesus dengan jelas. Berilah kami rahmat untuk cepat bertobat, mudah mengampuni, senantiasa bersyukur, dan peka mendengarkan suara Roh Kudus serta menuruti-Nya.
Penuhilah hati kami dengan kasih setia-Mu, agar kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hidup kami.
Terima kasih, Bapa, atas segala kebaikan, belas kasih, dan penyelenggaraan-Mu. Semoga hidup kami, meskipun hanya seperti hembusan napas, menjadi persembahan kasih yang bernilai kekal, karena kami hidup di dalam Kristus.
Tuhan Yesus, bantulah kami melihat-Mu dengan jelas, mengikuti-Mu dengan setia, dan menjadi manusia baru di dalam-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.