Habis Bencana Terbitlah Tanya
Mosaik Serpihan Kelana -52
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Bahasa kita manusia dengan semua makna katanya
adalah proklamasi keterbatasan nalar kita manusia
Untuk coba merumuskan aneka fakta dan misteri pengalaman
Untuk menyingkap pergulatan apa dan siapa diri kita di tengah jagat raya semesta
Untuk mengakui begitu miskin papa kemampuan nalar kita dalam mengetahui dan memahami seluruh realitas alam semesta ini
Ketika ada ketakmampuan menghadapi kejadian jagat semesta
kita dengan yakin dan sangat berani menyebut itu “bencana alam”
Bahkan Sang Ilahi pun digugat dan dicaci maki
Maka…
“habis bencana terbitlah aneka tanya”
Habis bencana alam, terbitlah aneka tanya
Mengapa gunung api meletus dan tak mampu dihentikan
Mengapa ada gempa dan tak tahu pasti kapan terjadi
Bagaimana hujan angin badai dan banjir terjadi
Mengapa es mencair lalu bisa menjadi banjir melanda harta dan nyawa
Bagaimana harus mencegah jatuhnya meteor dan benda langit ke bumi ini
Apakah semua bencana adalah hukuman Sang Ilahi
Tetapi…
Mengapa sangat sedikit bertanya tentang tindakan rakus dan brutal manusia merusak alam lingkungan
Mengapa kejadian hukum alam semesta disebut bencana
tetapi tindakan manusia merusak ekologi tidak disebut bencana?
Habis bencana, terbitlah aneka tanya
Ada beragam nama Sang Ilahi dalam bahasa manusia
apakah bisa menyingkap fakta dan pengalaman rohani manusia
Ada bermacam tradisi spiritual yang menjelaskan kehebatan Sang Pencipta dan Penguasa alam jagat semesta
Benarkah demikian adanya Sang Ilahi
atau semuanya hanya kreasi bahasa manusia yang kerdil dan papa
ketika ada kejadian alam yang dasyat
justru Sang Ilahi digugat dan diadili
sebagai penghukum dan penjahat bagi manusia
Benarkah Sang Pencipta semesta adalah penjahat dan musuh manusia?
Habis bencana, terbitlah aneka tanya
Manusia saling mempersalahkan dan saling mengadili
siapa pendosa atau penjahat yang menyebabkan bencana alam
Manusia berlomba mengumbar pendapat tentang bencana alam
Entah atas dasar selera dan emosi
Entah karena ada jabatan dan kekayaanya
Entah dengan kehebatan ilmu dan teknologinya
Entah dengan dasar ajaran agama dan keyakinan spiritualnya
Entah dengan alasan adat budayanya
Banjir tanya mengalir dari kegalauan dan kebodohan diri
karena tak jujur mengakui kekerdilan pribadi di hadapan misteri jagat raya semesta
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.