Rahmat Tuhan nan Dahsyat

“Yesus melihat Matius bukan sebagai orang berdosa yang harus dijauhi, melainkan sebagai murid yang harus dipanggil.”
Allah yang Maha Rahim,
Kami merayakan Santo Matius, pemungut cukai yang dipanggil Yesus dengan dua kata sederhana: “Ikutlah Aku.”
Matius tidak terlebih dahulu menjadi layak lalu mengikuti Yesus. Ia mengikuti-Nya terlebih dahulu. Ia bangkit, meninggalkan hidup lamanya, dan mulai belajar hidup sesuai dengan panggilan yang telah Engkau berikan.
Rahmat-Mu memanggil kami sebelum kami merasa siap. Putra-Mu tidak menunggu kami menjadi sempurna. Ia memanggil kami, lalu melalui perjalanan bersama-Nya, perlahan-lahan mengubah hidup kami.
Matius tidak menyimpan perjumpaannya dengan Yesus untuk dirinya sendiri. Ia membuka rumahnya dan membawa teman-temannya kepada Yesus. Kemudian ia menjadi rasul dan penginjil, mewartakan Injil dan ikut membangun satu Tubuh Kristus.
Bapa, bebaskan kami dari perasaan tidak layak yang membuat kami takut menjawab panggilan-Mu. Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Seperti Matius, semoga kami berani bangkit dan berkata, “Ya, Tuhan, aku mau mengikuti-Mu.” Ajarlah kami di sepanjang jalan, kuatkan kelemahan kami, dan pakailah hidup kami untuk membawa orang lain semakin dekat kepada-Mu.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.