Kerendahan Hati

Panggilan hidup Kristiani adalah untuk hidup berpadanan dengan kehendak Allah yang sudah diteladankan oleh Kristus, dan diwariskan melalui pewartaan Injil. Salah satu contoh hidup yang selaras dengan kehendak Allah adalah sikap rendah hati.

Penginjil Matius menunjukkan, bagaimana Allah memanggil manusia untuk turut bekerja dalam karya pembangunan Kerajaan-Nya di dunia dalam analogi para pekerja di kebun anggur. Dalam analogi itu, Allah sangat menghormati martabat manusia yang berusaha membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Allah memberikan ganjaran kepada manusia atas usaha tersebut.

Dalam kenyataan, sering kali kita melihat secara tidak benar terhadap ganjaran yang diberikan Allah kepada manusia. Kita iri hati terhadap sesama yang baru berjuang sedikit, tapi sudah mencapai kesuksesan yang sama dengan kita. Padahal, kita sendiri berusaha sangat keras baru bisa mencapai jenjang kesuksesan. Akibatnya, kita sering kali menggerutu, menganggap Tuhan tidak adil dan pilih kasih. Padahal, itulah bentuk kemurahan hati dari Allah.

Sikap Allah ini juga merupakan kritik bagi kita yang sering melupakan sesama; merasa senang, bila sesama masih terpuruk dan belum maju, bahkan juga kita malah merintangi sesama yang sedang berjuang meraih hidup yang lebih baik.

Allah mengajak kita untuk menjadi pribadi yang rendah hati, terbuka untuk menolong sesama. Memang berlaku adil, murah hati dan jujur itu terkadang tidak disukai oleh orang lain, tapi kita harus melakukan itu demi nilai hidup yang benar.

“Tuhan Yesus, Engkau mengajak kami untuk bersikap rendah hati terhadap semua orang. Tolonglah, jika kami sering kali lupa dengan yang Engkau teladankan bagi kami. Amin.”

Ziarah Batin