Menemukan Keajaiban

“Ketika memprioritaskan kewajiban dan tanggung jawab sebagai pelayan kemanusiaan, kita bakal menemukan keajaiban Tuhan.” -Mas Redjo
Kredo sebagai pelayan manusia itu tidak cukup sekadar diniati, tapi harus dihidupi dan dimaknai agar kita menjalaninya sepenuh hati dan ikhlas.
Saya termotivasi dan terinspirasi dengan firman Tuhan (Mat 20: 1-16). Bahwa kemurahan hati-Nya dan keselamatan itu anugerah kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada kita secara cuma-cuma.
Faktanya, dalam hidup keseharian, banyak di antara kita, baik pekerja atau karyawan yang lebih mendulukan menuntut haknya daripada melakukan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Merasa penting dan dibutuhkan, kita sering abai, bahkan melupakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pekerja. Bekerja asal-asalan dan tidak produktif, tapi menomorsatukan gaji.
Berbeda hasilnya, jika kita bekerja dengan hati, untuk memberi yang terbaik, dan demi pengembangan potensi diri.
Hal yang sama, jika kita bekerja sebagai pelayan kemanusiaan. Apa maksud dan tujuan kita melayani sesama?
Dengan bertanya, kita berefleksi untuk memurnikan motivasi diri ini agar tidak salah langkah, egois, dan mencari keuntungan pribadi.
Coba ditelaah firman Tuhan untuk kita, para pekerja di kebun Anggur-Nya (Mat 21: 33-46).
“Apakah kita iri, karena Tuhan murah hati?!”
Melayani sesama itu yang dituntut adalah semangat kerendahan hati agar kita komitmen dan konsisten untuk taat serta setia mewujudkan kehendak Tuhan. Karena anugerah-Nya luar biasa!
Mas Redjo
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.