Dipanggil untuk Bersyukur dan Melayani

“Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka” (Luk 8: 3b).

Kita diajak untuk melihat kembali iman kita, terutama sikap kita terhadap Tuhan dan pewartaan Injil pada zaman ini. Seperti para perempuan dalam Injil, kita pernah mengalami kasih Tuhan: disembuhkan, diampuni, dan dibebaskan dari kegelapan dosa serta penderitaan. Pertanyannya, “bagaimana sikap yang layak, setelah kita menerima begitu banyak rahmat Tuhan?”

Sikap yang tepat adalah hati yang penuh syukur, bukan hanya melalui kata-kata, melainkan juga melalui tindakan nyata: pelayanan, perhatian, dan kerelaan berbagi. Kita tidak hanya dipanggil untuk datang ke Gereja, tapi juga untuk berjalan bersama Yesus dan menghadirkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana para perempuan itu setia mengikuti dan melayani-Nya dalam perjalanan pewartaan.

Mari mohon rahmat Tuhan agar kita berani bekerja sama dengan rahmat-Nya untuk melayani Tuhan dan sesama, serta setia mewartakan Injil melalui perkataan maupun perbuatan. Tuhan melihat ketulusan hati, kasih yang mendalam, dan setiap usaha kecil yang kita lakukan bagi sesama. Dengan demikian, kita akan merasakan, bahwa hidup kita sungguh berarti dan penuh makna.

Sr. M. Irena, P. Karm

Jumat, 18 September 2026
1 Kor 15: 12-20 Mzm 17: 1.6-8.15 Luk 8: 1-3

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com