Menunggu, oh, Menunggu…
Posted On 13 September 2026

Menunggu itu ada seninya. Jika kita menunggu dengan kemarahan, cemas, dan gelisah, maka ‘gelaplah semuanya’.
Jika kita menunggu dengan sukacita, tenang, dan sabar, maka ‘teranglah semuanya’.
Jika kita menunggu dengan tidak berbuat apa-apa, diam, bengong, dan melamun, maka didapatkan adalah ‘nothing’.
Menjadi berbeda hasilnya, jika di saat menunggu itu diisi dengan membaca atau mendengarkan musik atau melakukan aktivitas lainnya. Kita pun mendapatkan ‘something’.
Terus, jika kita bisa menikmati seluruh waktu, maka yg didapatkan adalah ‘everything’.
Sejatinya seluruh hidup dan tujuan hidup kita mempunyai “meaning”.
Rm. Petrus Santoso SCJ
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.