Bahagia Menurut Injil

“Berbahagialah, hai, kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah” (Luk 6: 20b).

Bahagia dan celaka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia.

Injil mengajak kita merenungkan makna kebahagiaan dari sudut pandang yang berbeda dari cara dunia memandangnya. Apa yang sering dianggap sebagai kemalangan justru disebut Tuhan sebagai kebahagiaan, sedangkan hal yang dibanggakan manusia malah dapat menjauhkan manusia dari keselamatan.

Tidak mudah menerima sabda bahagia yang diajarkan Tuhan. Ketika keluarga mengalami kekurangan; kita harus menanggung kerugian, menghadapi penderitaan, kegagalan, atau berbagai pencobaan hidup, sering kali muncul perasaan, bahwa Tuhan meninggalkan kita. Hati ini menjadi lemah, harapan memudar, dan iman mulai goyah.

Melalui Sabda-Nya, Tuhan mengingatkan, bahwa dalam setiap pergumulan hidup, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ia hadir, menyertai, menguatkan, dan memberkati kita, bahkan di tengah jerih payah dan pencobaan yang harus kita jalani.

Marilah kita belajar untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan.

Ya, Tuhan, tolonglah kami agar tetap setia mengikuti Engkau dalam seluruh kehidupan kami.

Sr. M. Carmeline P. Karm

Rabu, 09 September 2026
1 Kor 7: 25-31 Mzm 45: 11-12.14-17 Luk 6: 20-26

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com