Semangat Peduli, karena Mengasihi

Dalam kehidupan ini, kita sering kali dihadapkan pada suatu realitas atau peristiwa yang merugikan sebagian besar orang. Terhadap persoalan ini, orang yang pintar atau tidak mau mengambil risiko, bahkan memilih diam, karena tidak ingin terlibat atau takut merusak kenyamanan.

Sikap itu yang dikritik Santo Paulus. Ia menegur jemaat yang tahu ada dosa besar, tapi memilih menutup mata. Santo Paulus ingin kita sadar, bahwa membiarkan kesalahan itu adalah bentuk lain dari ketidakpedulian; dan hidup benar berarti berani bertindak untuk memperbaikinya, meskipun hal itu tidak selalu mudah atau populer.

Pemazmur juga mengingatkan, bahwa Tuhan tidak senang pada orang yang curang, congkak, dan jahat. Ia melindungi dan memberkati orang yang hidup lurus. Hal ini memberikan penguatan kepada kita, bahwa saat kita berusaha hidup benar dan menolak ikut-ikutan arus yang salah, Tuhan yang menjadi perlindungan kita.

Di tengah dunia yang penuh persoalan ini, kita diajak untuk tetap setia pada nilai-nilai yang benar, meskipun harus melawan arus, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yesus. Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, bukan untuk melanggar hukum, melainkan karena cinta-Nya kepada manusia. Ia rela menolong, membela, dan berbuat baik, walaupun harus menghadapi banyak kritikan.

Mari kita belajar untuk terus berbuat kasih dan selalu memiliki keberanian untuk memperjuangkan kasih dan keadilan dalam kehidupan nyata.

“Ya, Allah yang Maha Pengasih, mampukan kami untuk peka terhadap situasi yang terjadi di sekitar kami, dan selalu tergerak untuk berbuat kasih sebagaimana yang Engkau tunjukkan kepada kami. Amin.”

Ziarah Batin