Mengasihi seperti Yesus

“Pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai” (Mat 18: 17b).

Ada pandangan umum yang mengatakan, bahwa setiap orang berhak atas pendapatnya sendiri. Mengkritik orang lain sering kali dianggap sebagai bentuk pemaksaan terhadap orang tersebut. Karena itu, muncul sikap toleran terhadap berbagai pendapat, sekalipun bertentangan dengan kehendak Allah.

Apakah Yesus membiarkan orang lain, ketika melakukan dosa? Tentu saja tidak. Ia melakukan kritik terhadap mereka yang bertentangan dengan kehendak Allah, tapi Ia melakukannya dengan kasih. Yesus meminta kita untuk mengikuti Dia.

Bagaimana kita melakukannya? Injil memberitahukannya. Kita bisa mulai menegur secara pribadi lebih dahulu secara empat mata. Selanjutnya kita bisa meminta bantuan orang yang lain yang berada dalam satu komunitas dengan kita untuk menegur orang itu. Betapa mudahnya kita menyampaikan kesalahan sesama melalui media sosial dan menjadi gosip sebelum kita menegurnya secara pribadi. Injil hari ini menunjukkan bagaimana kita mengasihi sesama dengan menegur mereka.

Rm. Klimakus de Jesu, CSE

Minggu, 06 September 2026
Yeh 33: 7-9 Mzm 95: 1-2.6-9 Rm 13: 8-10; Mat 18: 15-20

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com