Usaha Tidak Mengkhianati Hasil

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga” (Luk 5: 5).
Manusia menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk bekerja agar hidup makmur sejahtera. Semakin banyak usaha yang dilakukan, harapannya semakin banyak pula hasil yang didapatkan. Namun, tidak jarang kegagalan tetap terjadi meskipun kita telah berusaha sebaik mungkin. Jika tidak memiliki keteguhan hati, kegagalan dapat membawa seseorang pada kekecewaan, keputusasaan, bahkan hidup dalam kesengsaraan.
Bacaan hari ini mengajak kita belajar dari pengalaman Simon Petrus, seorang nelayan berpengalaman yang sudah bekerja keras, tetapi hasilnya nihil. Kemudian, Simon berjumpa dengan Yesus. Perjumpaan itu mengubah kegagalannya menjadi pengalaman akan berkat Tuhan yang melimpah, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.
Meskipun ragu dan letih, Simon tetap taat pada perkataan Yesus untuk kembali menebarkan jalanya. Ketaatan dan kerendahan hatinya membuka jalan bagi karya Tuhan yang luar biasa. Simon pun menyadari kebesaran Tuhan dan bersedia dibentuk menjadi ‘penjala manusia’. Pertanyaannya, setelah merasakan kebaikan dan pertolongan Tuhan, maukah kita menjadi alat-Nya untuk membawa orang lain mengalami kasih dan berkat Tuhan juga?
Sr. M. Paulina, P. Karm
Kamis, 03 September 2026
1 Kor 3: 18-23 Mzm 24: 1-6 Luk 5: 1-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.