Sebuah Sinergisitas Ideal

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK.
“Seorang suami membangun rumah, tapi istrilah yang membawa masuk matahari ke dalam rumah, dan anak-anak akan melihat jalan.”
(Didaktika Hidup Ideal)
- Suami yang Membangun Rumah
Apa yang dibangun oleh sang suami?
Ya, yang dibangunnya adalah: fondasi yang kokoh, struktur yang lengkap, dan suatu perlindungan. Selain itu, dibutuhkan juga bahan-bahan dasar seperti: kayu, batu, pasir, atap, dan pagar agar rumah ideal ini bertahan kala dihadang badai.
“Kasihilah istrimu seperti Kristus mengasihi jemaat.”
(Efesus 5: 25)
- Istrilah yang membawa masuk matahari ke dalam rumah
Matahari itu simbol kehangatan dan sukacita kehidupan.
Bukankah, jika sebuah rumah megah tanpa matahari, apakah artinya? Ya, rumah itu akan tampak dingin, lembab, dan gelap (Ya, istri membawa terang lewat senyuman hangatnya, masakan yang lezat, sepotong doa, dan pelukan hangat).
“Nikmatilah hidup dengan istri yang kau kasihi.”
(Pengkhotbah 9: 9)
Sebuah rumah yang tanpa diterangi matahari, maka ia hanyalah ibarat sebuah gudang.
- Anak-anak pun akan melihat sebuah jalan
Jalan adalah simbol sebuah arah, teladan, dan harapan hidup. Bukankah anak-anak akan belajar pertama-tama lewat suri teladan yang dilihatnya dan bukan lewat ceramah?
“Apa yang Kuperintahkan haruslah kau ajarkan berulang-ulang kepada
anak-anakmu.
(Ulangan 6: 6-7).
Handaklah peran suami dan istri itu dipandang sama-sama penting dan harus bersinergi.
Penutup
Sebuah rumah yang dapat dikategorikan ideal, bukan karena ukurannya yang besar, melainkan karena memiliki:
- Setangkai lengan nan kekar dari Ayah yang perkasa.
- Sekeping hati tulus dari Ibu yang hangat membara.
- Mata anak-anak yang akhirnya bisa melihat Tuhan sebagai sebuah jalan.
(Yohanes 14: 6).
Kediri, 3 September 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.