Rahmat Tuhan Mengubah Arah Hidup Beriman

“Ketika Yesus masuk ke dalam perahu kita, rahmat mengubah arah hidup kita.”
Allah yang Maha Rahim,
Dalam Injil, Yesus masuk ke dalam perahu Simon Petrus, tempat yang sangat biasa dalam hidupnya. Di sanalah ia bekerja, berjuang, berharap, dan mengalami kegagalan. Semalaman ia menangkap ikan, tapi tidak memperoleh apa-apa. Justru ke dalam perahu yang kosong itu Yesus datang dan berkata, “Bertolaklah ke tempat yang dalam.”
Betapa indah gambaran rahmat-Mu, Bapa. Yesus tidak menunggu sampai hidup Petrus sempurna. Ia tidak menunggu jala Petrus penuh. Ia masuk ke dalam perahu itu sebagaimana adanya.
Aku pun memiliki ‘perahu kehidupan sendiri: pikiranku, perasaan, kehendak, pekerjaan, relasi, cita-citaku, bahkan kegagalanku. Sering kali aku hanya ingin Yesus memberkati rencanaku. Tapi hari ini aku ingin melangkah lebih jauh: Yesus, masuklah ke dalam perahuku dan ambillah kendali.
Petrus adalah seorang nelayan berpengalaman. Ia tahu kapan harus menangkap ikan. Ia tahu, bahwa setelah semalaman tanpa hasil, kemungkinan besar jala itu akan tetap kosong. Tapi ia berkata, “Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala.” Ketaatan sederhana itu membuka pintu bagi sesuatu yang tidak dapat dihasilkan oleh kekuatan manusia sendiri.
Bapa, mungkin jala-jala kosong dalam hidupku bukan selalu tanda aku gagal. Mungkin Engkau sedang mengajakku untuk lebih dalam percaya kepada-Mu. Ketika usahaku terasa sia-sia, jangan biarkan aku menyerah dan kembali ke pantai. Ajarlah aku mendengarkan suara Yesus dan berani bertolak ke tempat yang lebih dalam.
Ketika rahmat-Mu menghasilkan sesuatu yang jauh melampaui harapanku, jagalah aku tetap rendah hati. Seperti diingatkan St. Paulus, semuanya adalah milik kami karena kami adalah milik Kristus. Hasilnya bukan milikku. Pelayanannya bukan milikku. Panennya pun bukan milikku. Semuanya milik-Mu.
Dalam diri St. Gregorius Agung, aku melihat seorang manusia yang membiarkan rahmat mengarahkan seluruh hidupnya kepada pelayanan Gereja dan keselamatan jiwa-jiwa. Di tengah kelemahan dan kesehatan yang menurun, ia tetap menggembalakan umat-Mu.
Bapa, ketika Yesus masuk ke dalam perahu hidupku, bawalah aku lebih dalam… daripada kenyamanan, rasa aman, dan daripada mengandalkan kemampuanku sendiri.
Ketika Yesus berkata, “Jangan takut,” berilah aku keberanian untuk mengikuti-Nya. Biarlah hidupku menjadi sebuah perahu yang dipakai Yesus untuk menjangkau jiwa-jiwa lain.
Yesus, kuserahkan kepada-Mu jala-jalaku yang kosong, iman yang kecil, pengalaman, rencana, dan seluruh perahuku. Ambillah kendali hidupku. Bawalah aku ke tempat yang dalam. Melalui hidupku, biarlah rahmat-Mu menghasilkan panen bagi Kerajaan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.