Surat Buat Wakil Rakyat
Mosaik Serpihan Kelana -32
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Para Wakil Rakyat yang terhormat
Kami yang telah memberikan suara kepercayaan
menulis surat jiwa raga dengan air mata
Masih ingatkah janji kalian saat kampanye di panggung pemilu
untuk menjadi abdi dan pelayan rakyat
Masih tahukah pikiran kalian
saat di tenda kampanye dan pertemuan kampung
Ludah yang terpercik dari mulutmu
dan jejak kaki yang menginjak tanah kampung halaman kami
Kalian datang meminta suara dengan aneka cara
agar bisa duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat
Para Wakil Rakyat yang terhormat
Kami rakyat dari seluruh pelosok negeri
menggugat bersama udara yang kalian hirup untuk nafasmu
Karena ternyata suara dan kepercayaan kami hanya ditipu
Setelah menjadi anggota legislatif
yang berkuasa
kalian lupakan suara kepercayaan kami
kalian lebih takut dan setia pada partaimu
kalian lebih taat dan tunduk melayani cukong pemberi dana kampanyemu
Kalian ternyata bukan wakil kami rakyat pemberi suara saat pemilu
Para Wakil Rakyat yang terhormat
Kami sudah muak mengikuti berita di sosial media
banyak dari kalian yang terlibat korupsi
banyak dari kalian adalah pebisnis yang mengejar keuntungan pribadi dan kelompokmu
Bahwa banyak keputusan politik yang kalian buat adalah bukan demi kesejahteraan kami rakyat bangsa ini
tetapi demi kepentingan partaimu
dan untuk para pebisnis tamak
yang terus rakus menguras kekayaan tanah air Indonesia
Tuntutan para mahasiswa dalam demonstrasi berjilid-jilid ternyata tidak kalian pedulikan
Maka surat jiwa raga kami ini
adalah ungkapan kekecewaan dan ketidakpercayaan kami
yang mengalami nasib lara merana
di seluruh pelosok negeri Indonesia
Para Wakil Rakyat yang terhormat
Surat kami rakyat pemberi suara
kami kirimkan lewat angin untuk menggugat desah nafasmu
Tulisan jiwa raga lara derita nasib ini
kami goreskan dengan air mata dan darah tertumpah ke bumi tanah
agar bisa meraih jejak telapak kakimu
selama kalian masih menginjak debu tanah
Gugatan nurani sanubari ini kami pekikkan ke angkasa
agar bisa meraih cahaya mentari dan bulan bintang
jika dirimu masih terkena siang dan malam
Semoga jiwa ragamu masih sadar dan setia dengan sumpah janjimu saat dilantik menjadi Wakil Rakyat
Biarlah bumi langit yang menjadi saksi bagimu
lalu menagih kata dan perbuatanmu yang mengkhianati suara kepercayaan kami para pemilihmu
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.