Sabda Tuhan yang Penuh Kuasa

“Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa” (Luk 4: 32).

Injil mengisahkan sabda Yesus yang penuh kuasa hingga mampu mengusir Setan dari seseorang. Dalam setiap Perayaan Ekaristi, kita terlebih dahulu diajak memasuki liturgi sabda melalui bacaan-bacaan Kitab Suci. Sabda Tuhan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ‘pedang bermata dua’ (Ibr 4: 12) yang hidup dan bekerja di dalam hati manusia.

Sebagaimana Yesus berbicara dengan penuh kuasa, demikian pula Kitab Suci memiliki kuasa yang menghidupkan, sebab sejak semula Yesus adalah Firman Allah (Yoh 1: 1). Setiap kali kita mendengarkan atau membaca Kitab Suci, sesungguhnya Yesus sendiri sedang berbicara kepada kita melalui sabda-Nya yang hidup. Pertanyaannya, sudahkah kita mendengarkan dan membaca Kitab Suci dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian? Ataukah sabda Tuhan hanya lewat begitu saja tanpa direnungkan dalam hati?

Dalam Bulan Kitab Suci ini, marilah kita menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan. Meskipun terkadang kita belum sepenuhnya mengerti, janganlah menyerah. Biarkan Roh Kudus menuntun kita untuk memahami makna sabda Tuhan dan memberi kekuatan kepada kita untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sr. M. Priska, P. Karm

Selasa, 01 September 2026
1 Kor 2: 10-16 Mzm 145: 8-14 Luk 4: 31-37

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com