Membuka Hati Untuk Keselamatan

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk 4: 21).
Yesus menyatakan, bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah kini hadir melalui diri-Nya. Tapi orang-orang pada masa itu mengharapkan keselamatan yang bersifat lahiriah bebas dari penderitaan, penjajahan, atau kesulitan hidup.
Kenyataannya, keselamatan yang dibawa Yesus jauh lebih dalam. Ia tidak datang terutama untuk mengubah keadaan luar, melainkan untuk memperbarui hati manusia. Ia menyembuhkan luka batin, mengampuni dosa, dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Inilah keselamatan rohaniah yang bersifat kekal.
Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering berharap Tuhan segera menyelesaikan masalah kita: persoalan ekonomi, relasi, atau masa depan. Harapan itu tidak salah. Tapi Yesus terlebih dahulu ingin mengubah hati agar kita memiliki damai, pengharapan, dan iman, bahkan di tengah situasi yang belum berubah.
Sabda Tuhan mengajak kita untuk menyadari, bahwa keselamatan sejati sudah hadir dan sedang bekerja dalam hidup kita, terutama ketika kita membuka hati kepada Tuhan. Keselamatan itu bukan sekadar bebas dari masalah, melainkan hidup baru yang dekat dengan Allah dan penuh makna.
Sr. M. Odilia, P. Karm
Senin, 31 Agustus 2026
1 Kor 2: 1-5 Mzm 119: 97-102 Luk 4: 16-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.