Antara Bencana Gempa dan Erupsi
Mosaik Serpihan Kelana -31
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Seperti seorang penari bebas merdeka
gerakkanmu penuh dinamika tak terduga
tak peduli seluruh tubuhmu bergetar
atau lincah penuh atraksi hanya sebagian anggota tubuhmu
Engkau Ibu Bumi
yang melahirkan semua isi alam
yang menjadi rumah tinggal dan hidup mati kami
Tak mampu kami lari berpaling
meskipun dengan kecanggihan ilmu dan teknologi
Gempa dasyat adalah misteri dan fakta
kami manusia hanya pengembara papa tak berdaya
Laksana seorang akrobat dan seniman tradisi
Api menyala di tangan dan asap mengepul dari mulutmu
tanah air ini dipenuhi gunung berapi
Siang malam membara dan menyala
tetapi tak tahu kapan marah dan muntahkan lahar
Ketika badai api bergelora melanda
kami hanya menjerit gentar dan berpasrah
Nyawa dan harta bisa musnah sirna
tak peduli apa pun kata dan reaksi kami manusia
Engkau Ibu Pertiwi yang maha dasyat
Antara bencana gempa dan erupsi gunung api
Ada kisah duka lara terus tercatat
Ada cerita galau merana tak berdaya
Tetapi…
sering ada tanya dan gugatan hampa
Mengapa bencana terjadi di tanah kami
Apa salah dan dosa kami manusia
Inikah hukuman dan kehendak Sang Ilahi
Dan…
dalam penggalan doa galau sahaja
Ada yang tanyakan iman dan makna agama
“Adakah Sang Ilahi dengan semua bencana ini”
Pada getaran gempa dasyat menerjang
Ayat-ayat keterbatasan manusia dilukis terang berwarna
Sosok wajah pelangi hakikat diri pribadi
gemerlap di nalar dan terpantul di angkasa raya
Siapakah aku dan apa yang seharusnya aku lakukan dalam kehidupan ini
Pada gelora lahar dan api erupsi
untaian sajak ketakberdayaan insani digemakan
gugatan kepada kesombongan insani digaungkan
Apakah manusia pemilik dan penguasa alam semesta ini
atau hanya penumpang sementara dan pengemis papa yang berkelana?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.