Hidup dalam Kesetiaan

“Berjaga itu bukan berarti hidup dalam kecemasan. Berjaga berarti setia karena percaya.”
Allah yang Maha Rahim, Yesus berkata kepada kami semua, “Berjaga-jagalah!” Bukan supaya kami hidup dalam kecemasan, terus-menerus bertanya kapan Engkau akan datang. Melainkan supaya kami hidup dalam kesetiaan, selalu siap menyambut-Mu, kapan pun Engkau datang.
Yesus berbicara tentang hamba yang setia dan bijaksana. Ia tidak sibuk menebak kapan Tuannya akan pulang. Ia tidak membuang waktu, karena merasa Tuannya masih lama. Ia hanya melakukan yang dipercayakan kepadanya.
Bukankah itu juga panggilanku?
Aku tidak harus mengetahui semua yang akan terjadi besok. Aku tidak harus mengendalikan masa depan. Aku hanya perlu setia dengan yang Engkau percayakan kepadaku.
St. Monika mengajarkanku hal itu. Bertahun-tahun ia berdoa bagi pertobatan putranya, Agustinus. Ia tidak dapat mengubah hati anaknya dengan kekuatannya sendiri. Ia tidak tahu kapan doanya itu akan dijawab. Ia tidak berhenti berdoa, berharap, dan tidak berhenti mengasihi.
Menunggu bersama Tuhan bukanlah membuang-buang waktu.
Bapa, ajarlah aku berjaga dengan hati yang tenang. Jadikan aku setia dalam perkara-perkara kecil, bertanggung jawab atas yang Engkau percayakan, peka terhadap kebutuhan orang di sekitarku, dan tekun berdoa, ketika jawaban-Mu terasa lambat.
Seperti St. Monika, ajarlah aku mempercayai waktu-Mu tanpa kehilangan harapan pada janji-Mu.
Aku tidak tahu, kapan Engkau akan datang, Tuhan. Tapi aku tahu yang harus kulakukan sambil menunggu: “Mengasihi, melayani, berdoa, dan bertekun.”
Semoga, ketika Engkau datang, mendapati aku sedang melakukannya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.