Doa dan Air Mata

Ketika kita sedang berdoa sambil menangis itu meninggalkan banyak kesan dan pengalaman yang istimewa.
- Pertama, kita merasakan yang sedang dialami.
- Kedua, kita merasakan kedekatan dengan Tuhan.
- Ketiga, kita merasakan kelegaan. Semua pengalaman ini jadi lebih istimewa, karena kita mendoakan orang yang istimewa atau untuk hal-hal yang istimewa.
Doa dan air mata adalah tanda paling nyata dari ungkapan totalitas dalam kasih. Berdoa dengan tangisan untuk mengetuk hati Tuhan. Saat itulah Tuhan melihat seorang pribadi yang dengan penuh kasih mendoakan mereka yang dikasihinya.
Contoh yang kongkrit ditunjukkan oleh Santa Monika yang berdoa untuk anaknya, Santo Agustinus. Akhirnya, keduanya diangkat oleh Gereja sebagai teladan kesucian bagi kita semua.
Kapan para sahabat berdoa sambil menangis? Barusan, kemarin, atau saat setiap kali berdoa? Siapa yang didoakan? Orang istimewa? Untuk apa? Pertobatannya?
Teruslah berdoa, jika itu yang jadi kerinduan kita. Hanya Tuhan yang bisa mendengarkan doa dan menghapus air mata kita.
- Jika doa itu didengarkan hari ini, bersyukurlah.
- Jika doa itu dijawab besok, bersabarlah.
- Jika doa belum ada tanda-tanda jawabannya, teruslah berharap dengan penuh iman. Bagi kita, cepat atau lambat dikabulkannya doa iti adalah berkat. Karena yang diberikan Tuhan selalu baik dan indah pada waktunya.
Bagi pribadi yang berdoa disertai dengan tetesan air mata itu adalah spesial. Ketika kita menggali makna dari teladan Santa Monika. Kita berdoa untuk mengetuk hati Tuhun agar dikabulkan-Nya.
Rm. Petrus Santoso SCJ
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.