Janganlah Kejahatan yang Bermunafik

Yesus mengecam keras para pemimpin agama dan Rabi atas penampilan luar mereka dan pemakaian topeng untuk menutupi maksud, pikiran serta hatinya. Analogi yang dipakai ialah kuburan, yang di luarnya dilapisi keramik atau marmer indah, tapi di dalamnya penuh bau dan sisa tulang-belulang.

Ilustrasi itu pernah dipakai oleh seorang gadis yang tidak sabar lagi dengan kemunafikan pacarnya, dan akhirnya harus memutuskan jalinan kasih mereka. Puncak kemarahan gadis itu ialah, ketika ia menemukan bukti percakapan di handphone pacarnya, antara dia dengan beberapa wanita. Intinya ia memiliki hubungan cinta dengan wanita lain. Gadis itu memiliki alasan kuat untuk memutuskan hubungan, karena pacarnya itu sangat munafik. Ia berpenampilan bagus kepadanya dalam kata dan tindakan sebagai ungkapan cinta, tapi sebenarnya ia sudah sangat kotor dan busuk.

Dosa dan kejahatan berangkat dari kenajisan dan kotornya pikiran serta hati manusia, seperti sombong, kebohongan, dan nafsu kedagingan. Semua ini menghasilkan kebiasaan dan tindakan jahat terhadap orang lain. Jika kebiasaan jahat ini sangat melekat dalam diri manusia, ia yang jahat langsung dikenal sebagai penjahat. Kata dan perbuatannya bisa langsung diketahui atau diprediksi. Sehingga kita dapat bersiap diri untuk menghadapi atau menentukan sikap terhadap mereka. Pendekatan manusiawi dan penegakan hukum positif sering dipakai untuk menghadapinya. Masalah yang diangkat Yesus justru kejahatan yang berbungkus kemunafikan itu.

Mereka adalah penjahat yang diam atau tenang dan aktif di belakang. Hati dan pikirannya sangat jahat terhadap orang lain yang dimusuhi, dan mereka sulit untuk dideteksi. Mereka tampak santun di luar, rapi, religius, wibawa, dan teratur. Mereka bisa saja berjubah, berdasi, intelek, moralis, berduit dan berpengaruh. Pada saat yang tepat mereka dapat meledakkan dan melaksanakan kejahatannya, bisa jadi akibat yang ditimbulkan sangat fatal. Kejahatan yang dibungkus kemunafikan itu sangat terkutuk, sehingga Tuhan Yesus memakai kata-kata kutukan ‘celaka’ terhadapnya.

Bagi kita pengikut Kristus yang baik, jangan pernah ingin, atau memilih untuk mengikuti cara hidup ini. Jika sudah terlanjur bermain dalam kebiasaan-kebiasaan buruk ini, nasihatnya ialah berbaliklah ke jalan yang benar.

“Ya, Tuhan Yesus Kristus, Engkau memberikan peringatan dan kecaman sangat keras atas perbuatan munafik yang jahat. Semoga kami selalu dibimbing untuk menghindari keinginan, bahkan pilihan menuruti kebiasaan yang jahat ini. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)