Di Tenda Pengungsian Bencana

Mosaik Serpihan Kelana -26
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Goncangan dasyat gempa itu fakta tak terduga
Mampu mengubah semua rencana manusia tunduk pada alam
Ada bangunan rumah dan gedung runtuh hancur
Ada yang retak dan rusak tersobek
Bahkan banyak nyawa hilang pergi
dengan duka lara tak terbayangkan
Banyak lagi yang sakit dan terluka menderita
Ada trauma yang terus mencengkram jiwa raga korban
lantaran getaran itu terus berulang tak terduga
Entah kapan akan usai dan kembali normal
Kami terpaksa mengungsi di tenda darurat
berselimut panas dingin dan hidup galau merana

Dari tenda pengungsian bencana gempa
banyak kisah cerita baru bersemi
Batu debu dan rerumputan bisa bicara
Angin dingin dan panas terik
kami harus mampu bersahabat
Ketakpastian memeluk ketakberdayaan dan keterbatasan
Terjadi aneka perjumpaan warna-warni
Entah pelangi kasih indah mempesona
Entah solidaritas kemanusiaan dari sesama saudara
Entah aroma polusi topeng kemunafikan menyengat
Entah jemari korupsi atau ragam kejahatan bergerilya
Tetapi…
mata semesta tak bisa dibohongi kita manusia
Apalagi sorot cinta mata Sang Ilahi

Dari tenda pengungsian kami belajar
Siapa saja sosok wajah sesama saudara
yang hadir pada saat lara derita duka
Apa relasi antara kata ucapan janji dan tindakan nyata
Bagaimana menyaksikan berita sosial media dan belajar mengerti
Ada pesan fakta menggugat jiwa raga
bahwa di hadapan misteri alam jagat ini
kita manusia sungguh miskin papa dan tergantung mutlak
Ternyata kuasa jabatan dan harta benda serta ilmu dan teknologi
memang tak mampu menjamin keselamatan pribadi seutuhnya
Hidup ini mutlak tergantung pada kuasa kasih Sang Ilahi

Dari tenda pengungsian bencana
seluruh duka lara galau dialami
Hanya doa pasrah dan permohonan didaraskan
Semoga Sang Ilahi mendengar jeritan dan doa
Kiranya banyak tangan solider meringankan beban derita
Semoga banyak pihak menjadi sesama saudara
Kiranya bencana ini segera sirna dan alam kembali normal
Semoga ada jalan untuk bangkit dan pulihkan kehidupan
karena kerahiman dan cinta Ilahi memberi berkat
Dalam galau bencana melanda
ternyata semakin kami sadar diri Betapa kurangnya terima kasih dan sedikitnya ungkapan syukur
dalam dinamika hidup selama ini
Semoga yang meninggal mendapat damai di alam arwah