Merayakan Fakta dan Misteri

Mosaik Serpihan Kelana -25
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Pada desah fakta yang sering diabaikan
hadirnya energi nafas mengiringi langkah ziarah tanya pribadi
Pada detak misteri yang mengalir dalam pribadi
tenaga darah bergelora laksana samudra
membawa kelana ombak gelombang fakta
Ada pesta sukacita dalam air mata
Ada perayaan misteri dalam lara nestapa
Entah ini tanya atau jawaban
Entah itu ketakutan atau pesona

Ketika kita lahir dengan air mata galau tanya
mereka yang menyambut kehadiran justru senyum ceria dan bahagia
Ibu yang bergulat dengan sakit derita
merangkul air mata kehadiran anaknya
dengan senyum bangga
Sedangkan fakta kematian yang penuh tanya
dibalut air mata dan galau gugatan
karena tidak mengagungkan kodrat kelahiran

Ada warisan tradisi berbeda-beda
tentang sikap terhadap fakta yang sama
Ada yang berpesta di atas duka lara dan bencana
Ada yang teteskan air mata duka lara
pada fakta sukses keberhasilan suka cita
Terhadap fakta yang sama
entah lahir atau mati dan suka duka
tradisi bahasa memeteraikan sosok wajah pelangi
dengan fakta pilihan aneka makna arti misteri

Orang-orang menari mengantar jasad yang berhenti bernafas
Tetapi setiap kita merayakan air mata dan tangisan untuk memulai kehidupan
Ada pesta duka dan perayaan suka
menggores fakta dan misteri manusia
Kita berjalan dalam fakta tradisi dan kreasi
agar bisa memberi jawaban pada misteri
Kita berkelana dalam kata bahasa
agar mampu meraih arti makna dalam fakta realita
Kehidupan mungkin sebuah pesta fakta dan perayaan misteri

Detik-detik fakta desah nafas
biasa diabaikan nalar dalam memburu putaran waktu
Detak-detak misteri tarian jantung
sering dilupakan kesadaran ketika merebut hamparan ruang
Kebutuhan memacu detik-detik nafas berdesah
Kepentingan menggugat detak-detak darah berdesir
Kehidupan adalah fakta dan misteri
dalam kata jawaban sementara dan tanya abadi