Ketulusan Hati dan Keadilan di Atas Penampilan Luar

Tidak jarang kita melihat orang yang sangat peduli pada penampilan luar; dengan filter, caption bijak, atau aksi sosial yang dipamerkan. Tapi kadang, semua itu hanya lapisan luar. Tuhan menghendaki bukan sekadar ‘tampilan rohani’ yang rapi, melainkan terutama hati yang benar dan hidup yang adil.
Dalam Injil, Yesus menegur orang Farisi yang rajin menjalankan aturan agama, seperti membayar persepuluhan, tapi lupa hal yang lebih penting: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Ia memakai gambaran kuat: Mereka membersihkan bagian luar cawan, tapi bagian dalamnya penuh kerak. Ini adalah kritik atas kemunafikan; beragama secara lahiriah, tapi mengabaikan semangat kasih yang menjadi intinya.
Santo Vincentius a Paulo berkata, “Kasih adalah meletakkan diri kita dalam pelayanan sesama dengan rendah hati.” Inilah praktik moral sosial yang dikehendaki Tuhan: Bukan hanya memberi derma dari kelebihan, melainkan juga memperjuangkan keadilan, menemani yang lemah, dan jujur dalam pekerjaan, bahkan saat tidak ada yang melihat. Contohnya, seorang pengusaha yang memilih membayar pekerjanya secara layak dan jujur, meski itu mengurangi keuntungan pribadi. Apakah iman kita hanya tampak di luar, atau sungguh menyentuh hati dan tindakan?
Mari membersihkan bagian dalam “cawan hidup kita” untuk jadi saksi nyata akan kasih Kristus.
“Ya, Tuhan, bersihkanlah hati kami dari kepalsuan dan ego. Ajarlah kami hidup dalam keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Jadikanlah hidup kami pantulan kasih-Mu bagi dunia. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.