Menurut Kamu Sendiri, Siapakah Aku ini?

Di altar keheningan pagi, riuh dunia digital dan megahnya lembaran Teologi perlahan luruh menjadi sunyi. Kita sering kali gemar menumpuk cerita tentang Guru Nazareth, namun hanya menyentuh jubah-Nya di permukaan memori, terasing dari detak jantung-Nya.
Di ruang hati yang suci, Dia hadir bukan sebagai kisah masa lalu, melainkan sebagai tatapan yang menembus jiwa, membisikkan sebuah tanya radikal yang menggetarkan batin: “Tetapi menurut kamu sendiri, siapakah Aku ini?”
Pertanyaan itu adalah kidung cinta yang tidak menguji nalar, melainkan mengundang segenap diri kita untuk luruh dalam pelukan-Nya. Menjadi murid sejati adalah keberanian untuk menanggalkan jubah ‘tahu tentang Dia’ demi memasuki ruang intim untuk ‘mengenal dan dikenal’ oleh-Nya hingga palung hati yang terdalam.
Kini, jawabannya tidak lagi terukir pada aksara buku atau gema khotbah, melainkan menjelma dalam kesetiaan memeluk salib harian dan keheningan jiwa yang pasrah, bersandar penuh pada dekap kasih-Nya.
Berkah Dalem,
Jlitheng Miko
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.