Kerendahan Hati Sang Ratu

“Maria menjadi Ratu bukan karena meninggikan dirinya, melainkan karena merendahkan diri sebagai hamba.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau memahkotai Maria, Bunda Yesus dan Bunda kami sebagai Ratu Surga dan Bumi.

Dalam Injil, Yesus mengingatkan kami, bahwa kebesaran di hadapan-Mu tidak ditentukan oleh gelar, kedudukan, penghormatan, atau pujian manusia. “Barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Ketika memandang Maria, aku melihat kata-kata Yesus itu jadi nyata. Maria tidak pernah mengejar kehormatan. Ia tidak mencari tempat pertama. Ia hanya berkata, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Ia merendahkan dirinya sebagai hamba, justru, karena itulah ia jadi tempat kediaman kemuliaan-Mu.

Nabi Yehezkiel melihat kemuliaan-Mu masuk dan memenuhi Bait Allah. Pemazmur berseru, bahwa keselamatan-Mu dekat dan kemuliaan-Mu diam di negeri kita. Sedang aku melihat, bahwa hati yang rendah dan terbuka kepada-Mu dapat menjadi tempat kediaman-Mu.

Bapa, ajar kami kerendahan hati seperti Maria. Jauhkan aku dari keinginan untuk selalu dianggap penting, dipuji, dihargai, atau diakui. Ketika aku ingin terlihat hebat, ingatkan aku, bahwa yang terpenting itu bukanlah aku terlihat oleh manusia, melainkan aku hidup di hadapan-Mu.

Maria tidak kehilangan martabat, ketika menjadi hamba. Justru dalam kerendahan hatinya, Engkau mengangkatnya.

Bapa, ajarlah aku mengatakan fiat-ku setiap hari: “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”

Ketika kehendak-Mu berbeda dari rencanaku, biarlah aku percaya.
Ketika tidak dihargai, biarlah aku tetap setia. Meski pekerjaanku tidak terlihat, biarlah aku tetap melayani. Aku ingat dan harus merendahkan diri, karena Engkau melihat hati.

Maria, Ratu kami dan Hamba Tuhan yang rendah hati, tuntun aku kepada Putramu. Semoga aku tidak sibuk membesarkan diri sendiri, tapi memberi ruang semakin besar bagi Allah untuk berkarya dalam hidupku.

Bapa, jadikan aku rendah hati bukan supaya aku merasa kecil, melainkan supaya Engkau menjadi besar dalam diriku.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)