Berkelana Mencari Tuhan

Mosaik Serpihan Kelana -22
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Kudengar dari pesan para leluhur
Engkau adalah Ibu Bumi
maka aku sujud mencium debu tanah
agar bisa bertemu dengan hadir-Mu
Kuingat petuah para Kakek moyang
bahwa Engkau adalah Bapa Langit di angkasa
maka aku pandangi mentari mencari wajah-Mu
dan aku lihat bukan bintang supaya menatap hadir-Mu
Namun…
sering ada resah dan tanya
karena tak mengenal apa dan siapakah Engkau
selalu ada rindu damba hampa
karena tak mampu menemukan hadir-Mu
Tuhan…
Apa dan siapakah Engkau?

Sudah banyak tempat ritual aku datangi
entah menurut tradisi adat budaya leluhur
entah menurut ajaran berbagai agama
Aku berharap dapat bertemu dengan-Mu, Tuhan
Terlintas harapan untuk menjumpai sosok wajah-Mu
dalam ritual sakral dan aneka sesaji
juga dalam lantunan lagu dan mantra doa
ingin aku dengar suara-Mu menyapa
Namun…
selalu aku pulang dengan tanya merana
Entah karena jiwa ragaku tak pantas menjumpai-Mu
Entah karena memang Engkau Maha Kudus dan Maha Misteri
Ataukah ziarah kelana ini adalah tanda hadir-Mu

Pada keheningan tempat ritual sakral
aku letakkan harap dambaku menjumpai-Mu
Pada ayat mantra dan doa yang teringat
berulang aku yakini pantas menyapa ada-Mu
Pada diam rindu dan tanya
aku tulis butiran yakin menggapai hadirat-Mu
Namun…
Pikiranku ternyata bukan pikiran-Mu
Jalanku mungkin bukanlah jalan-Mu
Rencana dambaku bukanlah rencana kehendak-Mu
Apakah Engkau adalah tanya dan rindu dambaku
Adakah kehadiran-Mu adalah jejak langkah ziarah kelanaku
Apa dan siapakah Engkau, Tuhan?

Sudah banyak kisah aku dengar tentang para pengembara yang mencari Engkau
ternyata ada aneka pengalaman dan berbeda-beda cerita
Ketika membaca banyak pengalaman para beriman dan spiritual
juga aneka ragam catatan sosok wajah perjumpaan
Dan…
ketika mengikuti kelana pikiran dan rindu damba
Aku berhenti pada keterbatasan kata bahasa
yang dimiliki sejarah manusia di dunia
untuk meraih dan melukis hadir-Mu
Aku kagum terpesona pada keaneka-ragaman kisah cerita pengalaman rohani
sebagai bukti Engkau Maha Kaya
Maka tak perlu lagi mencari apa dan siapakah Engkau

Bertanya dan berkelana mencari apa dan siapa Engkau
ternyata bisa membuat lelah dan galau
Maka…
Aku pulang ke dalam kesadaran pribadi yang papa
bahwa jemariku tak mampu merangkul isi samudra luas
yang diyakini hanya satu ciptaan-Mu
bahwa jejak kakiku tak mungkin menapak ruang angkasa
yang dipercaya sebagai satu keajaiban karya-Mu
Aku coba yakinkan diri pribadi
bahwa Engkau merangkul jiwa ragaku berkelana
bahwa desah nafasku fakta kehadiran-Mu
bahwa detak jantungku dan desir darahku adalah sosok jawaban-Mu
Mungkin kelana tanyaku yang papa
adalah serpihan puing jawaban-Mu yang sempurna
Engkau di sini dalam jiwa ragaku