Mengasihi Tuhan dengan Komplit dan Sesama Secara Kongkrit

“Ketika Roh-Mu menghidupkan sesuatu yang telah kering dan mati, ya, Bapa, tidak ada yang benar-benar kehilangan harapan. Ketika hidup baru itu dipenuhi kasih-Mu, ia selalu menemukan jalannya: menuju kepada-Mu dan menuju sesama.”
Allah yang Maharahim, Engkau membawa aku masuk ke lembah penuh tulang-tulang kering.
Nabi Yehezkiel melihat sesuatu yang tampaknya sudah tidak mungkin dipulihkan. Tulang-tulang itu begitu kering, begitu lama berada di sana, seolah-olah tidak ada lagi harapan.
Engkau bertanya kepadanya,
“Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
Bapa, Engkau tahu jawabannya bukan bergantung pada keadaan tulang-tulang itu, tetapi pada kuasa-Mu yang memberi kehidupan.
Mungkin ada juga bagian dalam diriku yang mulai kering. Doaku yang kehilangan api. Pengharapanku yang melemah. Relasi yang menjadi dingin. Hati yang mulai lelah untuk mengasihi.
Aku mohon, ya, Allah: “Bicaralah kepada tulang-tulang kering dalam diriku. Hembuskan Roh-Mu ke dalam diriku. Hidupkan kembali apa yang telah mati.”
Ketika Engkau menghidupkanku kembali, jangan biarkan hidup itu berpusat hanya pada diriku.
Yesus menunjukkan kepadaku pusat dari seluruh hidup: Mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran, serta mengasihi sesamaku seperti diriku sendiri.
Bapa, aku sering ingin mengasihi-Mu tanpa harus berhadapan dengan orang lain. Tapi Yesus mengingatkanku, bahwa kedua kasih itu tidak dapat dipisahkan.
Jika aku sungguh mengasihi-Mu, kasih itu harus terlihat dalam caraku memperlakukan sesamaku.
Aku mohon, ubahlah aku. Jangan hanya pulihkan hidupku. Tapi jadikan hidupku saluran kehidupan bagi orang lain.
Pada pesta St. Pius X, yang dengan penuh semangat ingin “memulihkan segala sesuatu dalam Kristus,” ajarlah kami untuk memulai pemulihan itu dari diri kami sendiri.
Pulihkan hatiku dalam Kristus. Terangi pikiranku dengan kebenaran-Mu, lembutkan perkataanku, sucikan niatku, dan gerakkan tanganku untuk berbuat kasih.
Bapa, biarlah orang yang aku temui merasakan kasih-Mu melalui diriku. Hidupkan aku kembali, penuhi aku dengan Roh-Mu, dan ajarlah aku menggunakan hidup baru itu untuk mengasihi.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.