Ubahlah Hati Kami Seturut Kehendak-Mu

“Tuhan tidak hanya mengundang kita ke dalam pesta-Nya. Ia mengundang kita untuk sedia diubah oleh rahmat-Nya, agar hidup kita memancarkan kekudusanNya.”
Allah yang Maha Rahim, Yesus menggambarkan Kerajaan-Mu seperti sebuah pesta pernikahan. Undangan itu begitu indah. Meja perjamuan telah tersedia. Sang Raja sendiri menghendaki agar kami datang dan mengambil bagian dalam sukacita-Nya.
Aku sadar, Bapa, bahwa aku dapat menerima undangan-Mu tanpa sungguh hati menanggapinya. Aku bisa begitu sibuk dengan urusan sendiri, keinginan, bahkan kekhawatiran sendiri, sehingga aku lupa, bahwa undangan terbesar dalam hidupku adalah undangan untuk tinggal dalam kasih-Mu.
Melalui Nabi Yehezkiel, Engkau berjanji:
“Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih… Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru dan roh yang baru.”
Engkau bukan hanya mengundang kami ke pesta-Mu. Melainkan Engkau sendiri yang mempersiapkan kami untuk masuk ke dalamnya.
Rahmat-Mu, Bapa, adalah pemberian cuma-cuma, walau sesungguhnya rahmat itu sangat berharga. Engkau memberikan sebagai anugerah, dan dimaksudkan agar kami bisa berubah karenanya.
Baju pesta yang harus kami kenakan adalah hati yang telah disentuh dan diubahkan oleh rahmat-Mu: hati yang mau mengampuni, memilih damai, berbelas kasih, berkata benar dengan kasih, dan mengusahakan kebaikan sesama.
Aku tidak jadi kudus supaya Engkau mengundangku, tapi sebaliknyalah, Engkau telah mengundangku, maka aku datang dan membiarkan Engkau menguduskanku.
Firman-Mu menyentuh hatiku: Engkau ingin kekudusan-Mu dikenal melalui hidupku.
Bapa, jadikan hidupku sebuah jendela kecil tempat orang lain dapat melihat kasih-Mu. Ketika aku bersabar, biarlah orang merasakan kesabaran-Mu. Ketika mengampuni, biarlah orang menemukan belas kasih-Mu. Memilih damai daripada kemarahan, biarlah orang melihat kehadiran-Mu, dan melayani tanpa mencari pujian, biarlah orang menemukan Kristus.
Seperti St. Bernard, semoga hati kami semakin terpikat oleh kasih Kristus, sehingga kami tidak menarik orang kepada diri sendiri, tapi membawa mereka semakin dekat kepada-Nya.
Ciptakanlah dalam diri kami hati yang murni, ya, Allah. Pulihkanlah sukacita keselamatan-Mu. Ketika Engkau mengutus kami ke persimpangan dunia, biarlah kami membawa undangan Kerajaan-Mu bukan hanya dengan manisnya kata-kata, melainkan melalui cara hidup dan perilaku kami yang manis.
Bapa, aku telah Kau undang. Aku juga telah menerima rahmat-Mu. Sekarang, aku membuka diri bagi-Mu, ubahlah aku seturut kehendak-Mu.
Semoga hidup kami jadi kesaksian-Mu, agar melalui diri kami, orang lain dapat mengalami pesta-Mu sungguh nyata, kerahiman-Mu tidak pernah berakhir, dan Kerajaan-Mu layak diperjuangkan dengan segenap hidup. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.