Allah Serius Mengundang

“Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tapi orang-orang itu tidak mau datang” (Mat 22: 3).
Dalam hidup kita, tentu kita pernah menerima banyak undangan, entah itu undangan pesta, pertemuan, atau acara penting lainnya. Dari semua undangan itu, ada yang kita tanggapi dengan sungguh, ada yang kita tunda, ada yang kita abaikan, dan ada juga yang kita hadiri tanpa persiapan.
Hari ini, Allah juga mengundang kita untuk hidup bersama-Nya. Undangan-Nya terbuka bagi semua orang, tetapi berbeda dengan undangan biasa, Ia menuntut keseriusan dari hati kita. Karena itu, kita dipanggil untuk menanggapinya dengan memakai pakaian pesta, artinya kita mau mengubah hidup sesuai dengan kehendak-Nya, hidup dalam pertobatan, dan terus memperbarui diri. Apa yang menjadi pilihan kita sangatlah penting sebab menentukan apakah kita mau hidup bersama Allah atau tidak dan setiap pilihan ini membawa konsekuensi yang serius bagi hidup kita sendiri.
Oleh karena itu, marilah kita menanggapi undangan Allah dengan hati yang terbuka dan hidup yang terus diperbarui, agar pada akhirnya kita didapati layak untuk mengambil bagian dalam sukacita bersama Allah.
Sr. M. Juanita, P. Karm
Kamis, 20 Agustus 2026
Yeh 36: 23-28 Mzm 51: 12-15.18-19 Mat 22: 1-14
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.