Ketika Alam Jagat Bicara
Mosaik Serpihan Kelana -19
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

1.
Apakah kita nyata merdeka
ketika alam jagat bicara?
Jawablah angin udara bagi nasib alat pernafasan
Tanyakan pada telapak kaki, di mana berpijak
Katakan pada kerongkongan, dari mana air pemuas dahaga
dan perut raga kita, dari makanan bagi lapar kita
Ceritakan kepada tubuh raga kita,
ke mana jasad akan melebur setelah nafas berhenti berfungsi
Aku, engkau, dia dan mereka
Kita semua cuma pengemis papa di hadapan alam jagat semesta ini
Tanpa kita manusia, alam ini lestari
Tanpa alam semesta, semua kita pasti mati
2.
Apakah kita pasti merdeka
ketika alam jagat bicara?
Fakta banjir bandang menerjang
berapa banyak orang yang tahu dan siap
Sekian ribu korban jiwa dan harta benda
Di manakah kehebatan ilmu dan teknologi kita, ketika banjir datang
Ke manakah jabatan dan kesombongan kekuasaan kita, ketika nyawa hilang ditelan bencana
Sering terjadi justru saling menyalahkan
bahkan membenarkan kerakusan dengan aneka pidato serta tipu muslihat
Sedangkan bumi tak bisa dibohongi
dan langit tak mungkin ditipu
Air tahu ke mana harus mengalir dan tergenang
3.
Apakah kita memang merdeka
ketika alam jagat bicara?
Suara menderu gunung api meletus
muntahkan lahar dan api membakar
Tak selalu bisa diramalkan dan dihentikan
entah secanggih apa pun alat ciptaan manusia
Korban berjatuhan dan harta benda sirna
Namun sering terjadi justru ada yang berpesta saat bencana
karena bisa mengumpulkan harta benda
karena mempunyai kuasa untuk mencuri dan bersandiwara
Tak peduli jeritan lara derita dan air mata para korban
serta hilangnya nyawa rakyat kecil sederhana
4.
Apakah kita sungguh merdeka
ketika alam jagat bicara?
Tanah air dan bangsa ini sedang dilanda bencana
Alam bicara dengan hukumnya yang istimewa
Namun…
para penguasa koruptor, politisi busuk dan pebisnis rakus tak peduli
karena merasa sangat hebat sebagai tuan dan Tuhan
Ketika gempa bumi datang mengguncang
apakah ada yang bisa tahu pasti dan malu hentikan
Saat ada tsunami mengamuk menerjang
Adakah kita bisa mengajak kompromi dan membatalkan
Banyak hutan terus digundulkan untuk proyek perkebunan
Aneka tambang terus menguras isi perut bumi dengan rakus
Demi keuntungan segelintir orang pemodal
maka banyak nyawa rakyat dikorbankan
5.
Apakah kita benar merdeka
ketika alam jagat bicara?
Mari kembali kepada diri sendiri
berani bertanya dan menjawab jujur
tentang relasi kita dengan alam lingkungan dan jagat semesta ini
Apakah kita penguasa hebat dan pemilik alam
atau hanya pengemis papa dan tergantung mutlak padanya
Masih ada yang lebih sederhana dan gampang dilakukan
berapa banyak ungkapan terima kasih dan syukur atas isi alam
yang setiap saat menopang kehidupan kita
Aku, engkau, kita semua
apakah bisa bicara merdeka dan bernafas tanpa ada udara dari alam?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.