Hati yang Peka menuju Hidup Kekudusan

“Makin peka hatiku terhadap Allah, kian aku menyadari, bahwa hanya Dia yang sungguh dapat jadi tempatku bersandar.”
Allah yang Maha Rahim, Sabda-Mu membuka mataku terhadap sesuatu yang sering tidak kusadari: apa yang kumiliki dapat perlahan-lahan mulai menguasaiku.
Dalam Kitab Yehezkiel, Pangeran Tirus jadi sombong, karena kebijaksanaan dan kekayaannya. Orang muda yang kaya sulit meninggalkan hartanya, karena hatinya terikat padanya. Bahkan para murid Yesus terkejut dan bertanya, “Kalau demikian, siapa yang dapat diselamatkan?”
Yesus menjawab dengan sebuah harapan yang besar: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Bapa, berikanlah kepadaku kepekaan hati untuk menyadari, ketika aku mulai lebih mengandalkan diriku daripada mengandalkan Engkau.
Bukalah mata kami untuk melihat apa yang diam-diam mengikat hati: uang, kenyamanan, keberhasilan, penghargaan, keinginan untuk mengontrol segala sesuatu, rencana-rencana sendiri, luka lama, kekecewaan, atau bahkan keinginan agar segala sesuatu berjalan sesuai kehendak kami.
Semua itu mungkin bukan sesuatu yang jahat. Ketika mulai mencari rasa aman dan kebahagiaan di dalamnya, kami dapat kehilangan kepekaan untuk melihat Engkau yang hadir di tengah hidup kami.
Bapa, ajarlah kami melihat Engkau dalam segala sesuatu dan menemukan segala sesuatu di dalam Engkau.
Ketika berhasil, biarlah aku melihat penyelenggaraan-Mu. Aku berkecukupan, biarlah aku melihat kemurahan-Mu. Aku kehilangan sesuatu, biarlah aku tetap menemukan kehadiran-Mu. Ketika aku gagal dalam perjalanan rohani, jangan biarkan aku jatuh dalam keputusasaan.
Ajarlah aku seperti anak kecil yang tidak mampu memanjat sendiri, lalu hanya mengangkat tangannya dan berkata:
“Bapa, gendonglah aku.”
Seperti St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, ajarlah kami percaya, bahwa kekudusan bukan tentang jadi “raksasa rohani”, karena kekuatan sendiri, melainkan membiarkan diri digendong oleh kasih dan kerahiman-Mu.
Tuhan Yesus, Engkaulah hartaku yang sejati. Aku ingin memiliki Engkau lebih dari aku ingin memiliki segala yang lain. Lepaskanlah dari hatiku segala sesuatu yang membuat aku tidak peka terhadap kehadiran-Mu. Kosongkanlah yang perlu dikosongkan, agar kasih karunia-Mu semakin memenuhi hatiku. Ketika aku menghadapi sesuatu yang terasa mustahil, ingatkan aku kembali, bahwa:
“Tidak ada yang mustahil bagi Allah.”
Bapa, jadikanlah aku kaya dalam hal-hal yang berharga di hadapan-Mu: kaya dalam belas kasih, syukur, pengampunan, kemurahan hati, kasih, dan kepercayaan.
Semoga aku tidak mengukur rasa aman dari yang aku miliki, tapi dari ‘Siapa’ yang aku miliki.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.