Berbuat Baik Untuk Sesama

“Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkam kepicikan orang-orang yang bodoh” (1 Ptr 2: 15).

Sebagai pengikut Kristus, kita dituntut untuk senantiasa berbuat kasih, bahkan berbuat kasih yang lebih. Ketika orang menampar pipi kiri kita, maka berikan juga pipi kanan; orang meminta kita berjalan satu mil, maka berjalanlah bersamanya dua mil; seseorang meminta baju, berikanlah juga mantolmu. Yang paling utama adalah perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Yesus tidak hanya memberikan nasihat-nasihat ini, tapi juga melakukannya, bahkan sampai mati di kayu salib yang hina. Ia menghendaki kita meneladan diri-Nya yang selalu mengutamakan hukum kasih dalam setiap perbuatan dan pelayanan-Nya.

Terkadang kita berpikir, untuk apa berbuat baik, apalagi jika perbuatan baik yang kita lakukan justru menyusahkan diri kita, atau orang yang menerima kebaikan itu malah membalas dengan kejahatan. Di sinilah kekristenan kita diuji. Santo Petrus menasihati kita untuk tetap berbuat baik, bahkan kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita. Dengan demikian, kita menunjukkan iman, sekaligus memberikan kepada Allah apa yang jadi hak-Nya, karena kita telah lebih dahulu menerima kebaikan dari Allah.

Sr. M. Valentina, P. Karm

Senin, 17 Agustus 2026
Sir 10: 1-8 Mzm 101: 1-3.6-7 1 Ptr 2: 13-17; Mat 22: 15-21

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com